UNAIR NEWS– Mahasiswa 51动漫(UNAIR)yang tergabung dalam KKN BBK 6 mengadakan kegiatan penyuluhan stunting dan demo MPASI sehat. Kegiatan tersebutbertajuk GEMES (Gerakan Mencegah Stunting) yang terlaksana di Posyandu Nusa Indah Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi.
Program GEMES ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait stunting dan memberikan pemahaman tentang pentingnya ASI ekslusif serta MPASI bergizi. Kegiatan yang terlaksana pada Sabtu (10/7/2025) ini melibatkan30 ibu balita dan kader kesehatan desa. Program ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa UNAIR dalam upaya penurunan angka stunting dan peningkatan kesadaran gizi keluarga di Desa Purwoharjo.
Stunting dan Kekurangan Gizi
Pemaparan materi tentang stunting oleh mahasiswa Kedokteran UNAIR menjadi pembuka kegiatan. Pemateri menjelaskanbahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi. Terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Stunting berdampak pada pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas anak di masa depan.

Selanjutnya, ibu-ibu yang hadir dalam kegiatan tersebut mengikuti demo masak MPASI (Makanan Pendamping ASI) dengan bahan yang mudah didapat namun kaya akan nutrisi. Demo masak ini mahasiswa Gizi UNAIRlakukandengan menu yang mereka buat adalah tumis ayam wortel. Dalam sesi ini mahasiswa memberikan penjelasan terkait kandungan nutrisi dan penjajian yang higienis serta menarik bagi balita.
Menurut Niswati selaku kepala Posyandu Nusa Indah, kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. 淪angat membantu kami dalam menangani permasalahan stunting. Karena selama ini di masyarakat yang berkembang itu kurangnya pemahaman stunting salah satunya di desa kami, katanya.
Resep MPASI Sehat
Selain penyampaian materi dan demo MPASI, peserta juga mendapatkan leaflet edukatif tentang stunting dan resep MPASI sehat. Mahasiswa berharap, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat menjadi pemicu kesadaran berkelanjutan dalam upaya pencegahan stunting sejak dini di lingkungan keluarga.
Siti Nafiah, Ketua PKK desa Purwoharjo juga menyampaikan harapannya. 淪emoga penyuluhan yang diberikan tadi bisa memberikan motivasi. Khususnya kepada ibu-ibu balita, untuk memberikan pelayanan dan pemberian makanan tambahan seperti yang sudah disampaikan bisa menjadi pelajaran ibu-ibu untuk pengolahan makanan balita, tutupnya.
Penulis: Mahasiswa BBK 6 Desa Purwoharjo Banyuwangi
Editor: Yulia Rohmawati





