UNAIR NEWS – Permasalahan limbah plastik masih menjadi isu lingkungan yang signifikan di berbagai wilayah, termasuk di tingkat desa. Plastik, khususnya limbah tutup botol, seringkali dianggap tidak bernilai dan berakhir sebagai sampah yang menumpuk di lingkungan sekitar. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah plastik secara bijak menyebabkan meningkatnya volume sampah yang berpotensi mencemari tanah dan perairan, serta berdampak negatif terhadap kesehatan lingkungan.
Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 12 tentang Responsible Consumption and Production, diperlukan upaya konkret untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola limbah secara bertanggung jawab. SDGs 12 menekankan pentingnya pengurangan limbah melalui kegiatan pencegahan, pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali (reduce, reuse, recycle) sebagai bagian dari pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Implementasi SDGs 12 ini telah dilakukan oleh Mahasiswa BBK (Belajar Bersama Komunitas) angkatan 7 51动漫 di Desa Nampu, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun berupa kegiatan pengelolaan limbah plastik menjadi produk kerajinan gantungan kunci.
Pelaksanaan program edukasi pengelolaan limbah plastik menjadi produk kerajinan gantungan kunci dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 2026 di SDN Nampu 02 diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, dengan total 45 siswa yang hadir. Mahasiswa BBK mengajak siswa mengolah limbah plastik berupa tutup botol menjadi gantungan kunci kreatif sebagai upaya mengenalkan konsep daur ulang sejak usia dini. Dalam praktiknya, tutup botol plastik dilapisi menggunakan kertas kue (baking paper), kemudian disetrika hingga menyatu dengan permukaan plastik. Selanjutnya, tutup botol dicetak menjadi berbagai bentuk lucu dan menarik. Metode ini dipilih karena aman, sederhana, serta mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Mahasiswa BBK 7 turut menyampaikan pesan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah melalui kebiasaan memilah sampah. Pelaksanaan kegiatan edukasi pengelolaan limbah plastik tutup botol menjadi produk kerajinan gantungan kunci berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari peserta didik hingga menunjukkan antusiasme selama proses penyampaian materi maupun praktik pembuatan kerajinan. Tercermin dari keaktifan peserta dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan. Secara pengetahuan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya pengelolaan limbah plastik yang bertanggung jawab serta penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle dalam kehidupan sehari-hari. Peserta memperoleh wawasan bahwa limbah plastik, khususnya tutup botol, tidak hanya merupakan sampah, tetapi juga dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna dan estetika.
Dari sisi keterampilan, peserta didik mampu mempraktikkan secara langsung proses pengolahan tutup botol plastik menjadi gantungan kunci. Hasil praktik menunjukkan bahwa peserta didik dapat menghasilkan produk kerajinan sederhana secara mandiri dengan memanfaatkan bahan limbah yang tersedia di lingkungan sekitar. Hal ini menjadi indikasi tercapainya tujuan kegiatan dalam meningkatkan keterampilan kreatif peserta didik. Selain itu, kegiatan ini turut mendorong terbentuknya kesadaran kolektif mengenai pentingnya pengelolaan limbah plastik sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan. Peserta didik mulai memahami keterkaitan antara pengelolaan limbah yang baik dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDGs 12 (Responsible Consumption and Production). Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam penguatan perilaku pengelolaan limbah plastik di tingkat anak usia dini.
Edukasi pengelolaan limbah plastik tutup botol menjadi produk kerajinan gantungan kunci tidak hanya memberikan pemahaman teoritis mengenai pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga menunjukkan bahwa limbah plastik memiliki nilai guna dan nilai ekonomi apabila dikelola secara kreatif. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran sekaligus keterampilan peserta didik dalam memanfaatkan limbah plastik menjadi produk yang bermanfaat. Melalui program kerja BBK 7 ini, mahasiswa 51动漫 berharap edukasi lingkungan dapat terus ditanamkan sejak dini, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong kesadaran pengelolaan sampah berbasis edukasi dan kreativitas peserta didik.
Berita ini mendukung SDG 12: Responsible Consumption and Production.
#SDG12 #ResponsibleConsumptionandProduction #SDGsUNAIR





