51动漫

51动漫 Official Website

BBK 7 UNAIR SUMBERKEMBAR AJAK BUDIDAYA MAGGOT UNTUK MENGOLAH LIMBAH RUMAH TANGGA

Mahasiswa BBK 7 Sumberkembar bersama warga Desa saat kegiatan MAGGOT ECO di Balai Desa pada Kamis (22/1/2026) (Foto: Dok. BBK Desa Sumberkembar)
Mahasiswa BBK 7 Sumberkembar bersama warga Desa saat kegiatan MAGGOT ECO di Balai Desa pada Kamis (22/1/2026) (Foto: Dok. BBK Desa Sumberkembar)

Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 (UNAIR)
menghadirkan program inovatif di bidang lingkungan bertajuk MAGGOT ECO (Edukasi dan
Cipta Olahan Maggot) di Balai Desa Sumberkembar pada Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini
bertempat di Balai Desa Sumberkembar dan menjadi bagian dari program pengabdian kepada
masyarakat yang berfokus pada pengelolaan sampah organik serta pengembangan potensi
ekonomi berbasis lingkungan melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).


Kegiatan MAGGOT ECO dirancang sebagai upaya edukasi dan pelatihan budidaya maggot
BSF yang memiliki nilai manfaat ganda. Selain sebagai solusi pengolahan sampah organik
rumah tangga, maggot BSF juga berpotensi menjadi pakan ternak berprotein tinggi yang
bernilai ekonomis. Program ini menyasar warga Desa Sumberkembar dengan pendekatan
edukasi partisipatif dan praktik lapangan secara langsung.

Dorong Inovasi Lingkungan Desa.

Penanggung jawab kegiatan, Cherly Briliana, menjelaskan bahwa MAGGOT ECO bertujuan
untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap konsep pertanian berkelanjutan.
淏udidaya maggot BSF menjadi solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk
mengurangi sampah organik sekaligus membuka peluang ekonomi baru, ujarnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta tidak hanya menerima pemaparan materi mengenai
manfaat maggot dan potensi ekonominya, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik
pembuatan media budidaya, pemeliharaan, hingga proses pemanenan maggot. Pendampingan
dilakukan agar peserta mampu memahami teknik dasar budidaya secara aplikatif dan
berkelanjutan. Keterlibatan aktif warga menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat
terhadap inovasi pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
Penanggung jawab kegiatan lainnya, Alwach Zidny Niam, menambahkan bahwa kolaborasi
menjadi kunci keberhasilan program. 淜egiatan ini melibatkan mahasiswa BBK, perangkat
desa, dan kelompok masyarakat agar transfer pengetahuan berjalan optimal serta dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, ujarnya.


Tuai Antusiasme Warga

Respons positif turut disampaikan oleh peserta kegiatan. Salah satu warga Desa
Sumberkembar menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru. 淜ami jadi
tahu bahwa sampah organik bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi. Kegiatannya
juga mudah dipahami, ungkapnya.

Melalui MAGGOT ECO, BBK 51动漫 menunjukkan komitmennya sebagai
Kampus Berdampak dalam mendukung pencapaian SDGs 8 (Decent Work and Economic
Growth) dan SDGs 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure). Program ini diharapkan dapat
menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan
sampah berkelanjutan serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis lingkungan di tingkat
desa.

AKSES CEPAT