UNAIR NEWS 51动漫 (UNAIR) menggelar acara peluncuran dan bedah buku perbankan syariah. Kegiatan itu berlangsung pada Jumat (9/5/2025) di Aula Cendrawasih, Gedung Eks Farmasi FEB UNAIR, Kampus B Dharmawangsa. Bedah buku tersebut merupakan kerja sama antara program Departemen Ekonomi Islam FEB UNAIR dengan PT. Raja Grafindo Persada selaku penerbit buku.
Buku yang diluncurkan berjudul Perbankan Syariah: Teori, Praktik, dan Dinamika Global. Tiga penulis utama buku turut hadir dalam acara ini, yaitu , selaku Kepala Program Studi S1 Ekonomi Islam FEB UNAIR; Kindy Miftah, SE MSi, Vice President Maybank Syariah sekaligus Dosen Praktisi Ekonomi Islam FEB UNAIR; serta , Dosen S1 Ekonomi Islam FEB UNAIR. Sesi diskusi dipandu oleh Ida Wijayanti SEi MSEi, selaku moderator.
淢elalui kolaborasi dalam penulisan buku ini, diharapkan berbagai tantangan dalam perkembangan industri perbankan syariah dapat terjawab. Lebih jauh, inovasi yang lahir dari perbankan syariah di Indonesia diharapkan mampu menjadi rujukan bagi praktik perbankan syariah di tingkat internasional, jelas Sulistya, Sekretaris Departemen Ekonomi Syariah FEB UNAIR.
Sesi Bedah Buku
Noven memaparkan bahwa sejarah perbankan syariah sengaja ditempatkan di awal pembahasan buku untuk membangun kepercayaan diri umat Islam bahwa perbankan syariah bukan imitasi dari sistem konvensional. 淟embaga perbankan sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu. Larangan riba telah menjadi prinsip sejak turunnya Islam. Kita ingin menggugah kesadaran bahwa Islam pernah jaya. Saatnya kita mengembalikan kejayaan itu melalui penerapan sistem ekonomi Islam, ungkap Noven.
Dalam bukunya, ia menegaskan peran krusial perbankan syariah yang menjadi motor penggerak dalam pertumbuhan ekonomi syariah. Menurutnya, bank adalah jantung perekonomian. Karena itu, pendirian bank syariah menjadi langkah strategis untuk menyebarkan aset ke berbagai sektor industri.
Miskonsepsi dan Urgensi Literasi Perbankan Syariah
Noven menyoroti masih banyaknya masyarakat yang keliru memahami perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional. Miskonsepsi itu dinilai muncul karena kurangnya sosialisasi mengenai cara pandang Islam dalam ekonomi (Islamic worldview). Perbedaan utama terletak pada akad yang digunakan, contohnya Islam melarang untuk meraup keuntungan (riba) dari akad pinjam meminjam.
Di sisi lain, Kindy menilai banyak mahasiswa dan masyarakat masih kesulitan menghubungkan teori dan praktik perbankan syariah. Hal ini menyebabkan perbankan syariah belum dianggap modern. Maka dari itu, melalui buku tersebut ia mengajak pembaca untuk memahami aplikasi teknis produk syariah secara proporsional, termasuk isu-isu kontemporer. Kindy juga menegaskan pentingnya membedakan antara produk dan akad. Satu produk bisa menggunakan berbagai akad sesuai prinsip syariah agar tetap patuh pada syariah.
Keunikan Buku
Bayu menyampaikan bahwa proses penyusunan buku melibatkan tim mahasiswa sarjana dan magister ekonomi islam. Ia menyampaikan bahwa buku telah diperbarui dengan studi kasus dan data-data terbaru. Menurutnya, penelitian terkait bank syariah telah banyak diteliti sebelumnya. Sehingga, diharapkan buku ini dapat membantu proses penelitian untuk mencari novelty penelitian.
淜ami tidak menyusun buku seadanya. Buku tersebut telah melewati proses review dari berbagai pihak termasuk penerbit dan harapannya buku tersebut dapat didistribusikan ke masyarakat, ujar Bayu.
Bayu mengungkapkan bahwa buku tersebut menggabungkan aspek fikih, operasional industri, dan perspektif riset. Ia berharap buku tersebut dapat menjadi rujukan pendukung riset, terutama dalam menyusun skripsi, tesis, dan disertasi.
Penulis : Dalliyah Iftitah Arbi
Editor : Khefti Al Mawalia





