51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Berikan Kontribusi dalam Permasalahan Ekonomi, Tim BBK 7 Gelar Program Wirausaha Cilik “ Mendukung SDGs ke-1 dan 8

Berikan Kontribusi dalam Permasalahan Ekonomi, Tim BBK 7 Gelar Program Wirausaha Cilik

UNAIR NEWS – Dalam rangka mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 UNAIR menyelenggarakan program Wirausaha Cilik (Wiracil). Program yang berlangsung pada Sabtu (26/1/2026) ini berfokus pada poin SDGs pertama dan ke-8, yaitu No Poverty dan Decent Work and Economic Growth. Wiracil merupakan edukasi untuk menanamkan jiwa wirausaha sejak dini pada anak sekolah dasar. Bertempat di SDN 1 dan SDN 2 Pangkatrejo, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Wiracil mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. 

Kepala Sekolah SDN 2 Pangkatrejo, Didik Darmadi S Pd, memberikan apresiasi pada program Wiracil. Menurutnya, pendidikan wirausaha sejak dini sangat relevan untuk anak-anak. Wiracil dapat menjadi kelanjutan dari program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di kurikulum sebelumnya.  

œBelajar berbisnis sejak dini itu penting. Kebetulan selama di kurikulum sebelumnya ada P5 di mana anak-anak berjualan hasil karyanya sendiri setiap Sabtu dan dibeli oleh temannya sendiri. Jadi, Wiracil ini bisa menjadi kelanjutan dari P5 itu, jelas Didik. 

Edukasi dan Praktik Langsung Pembuatan Perhiasan

Wiracil dimulai dengan materi cara berwirausaha mulai dari membuat, menjual, dan mempromosikan produk. Edukasi diberikan dengan pendekatan dan menyenangkan dan interaktif. 

œCara mempromosikan produk itu ada tiga. Pertama, menceritakan produk pada teman, keluarga, dan tetangga. Kedua, membuat poster yang menarik. Terakhir, teman-teman bisa mempromosikannya melalui media sosial, jelas Aldi, mahasiswa BBK 7 yang bertugas sebagai pemateri. 

Tidak hanya memberikan materi, tim BBK 7 UNAIR juga melakukan demo pembuatan perhiasan dari manik-manik. Nantinya, perhiasan hasil karya siswa akan dipamerkan dan dijual. Program ini dilatarbelakangi oleh banyaknya anak putus sekolah dan terpaksa mencari uang di usia dini. 

œSetelah banyak berbincang dengan warga dan anak-anak, kita mendapati banyak yang putus sekolah. Ada juga yang harus mencari uang dengan mengamen. Dengan adanya Wiracil, kita berharap mereka dapat mencari sumber penghasilan lain dengan mengandalkan kreativitas, ungkap Tiara selaku ketua pelaksana. 

Dengan mengasah kreativitas anak untuk menambah nilai jual produk, program Wiracil berkontribusi pada pengurangan kemiskinan. Selain itu, program ini menanamkan jiwa wirausaha sejak dini untuk menciptakan pekerjaan yang layak serta pertumbuhan ekonomi. Tujuan ini turut mendukung capaian SDGs ke-1 dan 8. 

Berita ini mendukung SDGs ke-1 dan 8, yaitu No Poverty dan Decent Work and Economic Growth. 

Tag: #BBKUniversitasAirlangga #Edukasi #Wirausaha #SDGs1 #SDGs8 #Wiracil #WirausahaCilik  #Pangkatrejo

Penulis: Tim BBK 7 UNAIR Desa Pangkatrejo, Kecamatan Sugio, Lamongan. 

AKSES CEPAT