n

51动漫

51动漫 Official Website

Capaian Pembelajaran untuk Perbaikan Kualitas Pendidikan Vokasi

capaian pembelajaran
Workshop finalisasi capaian pembelajaran pendidikan vokasional. (Foto: Binti Q. Masruroh)

UNAIR NEWS Acara workshop finalisasi capaian pembelajaran program studi hari kedua yang digelar Fakultas Vokasi 51动漫 menghasilkan draf Capaian Pembelajaran (CP) dari masing-masing program studi yang ada. Selanjutnya CP tersebut akan dikirim ke Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti).

Tim pendamping finalisasi CP dari Dirjen Dikti Desutama Rachmat Bugi Prayogo, ST., MT mengatakan, workshop yang berlangsung selama dua hari telah menghasilkan CP dari masing-masing program studi, meskipun belum semua CP final.

淪emua CP sudah masuk. Cuma, ada yang sudah bagus dan sesuai butir standar, ada yang masih kurang dan perlu diperbaiki lagi. Mereka harus bertemu lagi untuk berkordinasi untuk mematangkan itu, ujar Deta, sapaan akrab Desutama, selepas workshop di Hotel Sahid, Surabaya, Sabtu (23/4).

Terdapat setidaknya empat domain dalam CP. Empat CP itu meliputi sikap, keterampilan khusus, keterampilan umum, dan penguasaan pengetahuan. Selain itu, dalam CP juga terdapat rincian setidaknya sebelas sikap yang harus ada sebagai ciri dari prodi terkait.

Tindak lanjut setelah CP ini terbentuk yaitu melakukan submit ke Belmawa untuk diproses menjadi CP usulan, CP rancangan, dan CP resmi. 淭idak mungkin ada kurikulum tanpa ada CP. CP wajib ada dulu, baru disusun kurikulum, tambah Deta.

Prof. Dr. Retna Apsari, M. Si selaku penggagas program sekaligus Wakil Dekan I Fakultas Vokasi mengatakan, workshop ini menjadi forum positif untuk membuat program vokasional lebih berdaya saing di era global. Forum ini menjadi bagian dari menjawab kebutuhan stakeholder yang menggunakan SDM dari lulusan program vokasional.

淜ita berkumpul bersama untuk merumuskan learning outcome yang diharapkan dari lulusan vokasi, yang sesuai dengan standar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), tapi juga sesuai juga dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Stakeholder butuh apa, kita berusaha menyusun kurikulum dan CP yang bisa langsung digunakan di dunia kerja, ujar Retna.

Retna berharap, forum ini mampu menghasilkan CP yang sinergi dengan kebutuhan stakeholder sekaligus sesuai dengan peraturan hukum tentang pendidikan vokasi di Indonesia.

淗arapannya tercapai CP semua prodi yang ada di Fakultas Vokasi yang sinergi dengan seluruh prodi di Indonesia dan sesuai dengan peraturan hukum yang ada di negara kita, sekaligus sesuai dengan kebutuhan stakeholder yang ada, tambahnya.

Mempercepat student mobility

Prof Retna menambahkan, saat ini Fakultas Vokasi UNAIR sedang dalam upaya meredesain total seluruh kurikulum yang ada. Untuk itu, forum ini sekaligus menjadi wadah dalam upaya mencari masukan dari berbagai pihak.

“Nanti kita akan merancang di semester enam mahasiswa harus intensif ke luar, sehingga juga mempercepat student mobility. Kalau selama ini Fakultas Vokasi belum bisa berkontribusi maksimal di jurnal terindeks Scopus, kami akan memaksimalkan kontribusi peringkatan QS dalam student mobility, baik inbound maupun outbound. Stakeholder butuh apa, kita berusaha menyusun kurikulum dan CP yang bisa langsung digunakan di dunia kerja, tambah Retna. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Defrina Sukma S

AKSES CEPAT