51动漫

51动漫 Official Website

Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Tekanan Psikologis Orang Tua dan Perawatan Anak dengan Kanker di Jawa Timur

sumber: kompas.com
sumber: kompas.com

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk pelayanan kesehatan untuk anak dengan kanker. Situasi pandemi menyebabkan penurunan kehadiran pasien dalam kemoterapi dan radioterapi serta berkurangnya kunjungan pasien ke rumah sakit karena ketakutan terpapar virus COVID-19. Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi tantangan kompleks dalam akses layanan kesehatan kanker, terutama di daerah terpencil. Realokasi sumber daya untuk penanganan COVID-19 semakin membatasi layanan kanker, sementara penurunan ekonomi membuat banyak keluarga tidak mampu membiayai pengobatan. Setiap orang tua akan merasa khawatir, takut, cemas, dan stres ketika anak sakit, terutama dengan penyakit serius seperti kanker. Tekanan psikologis ini dapat meningkat di masa pandemi karena berbagai perubahan, termasuk kesulitan transportasi umum, peningkatan biaya, dan penurunan pendapatan keluarga akibat pemutusan hubungan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pandemi COVID-19 terhadap tekanan psikologis orang tua dan perawatan anak dengan kanker.

Penelitian melibatkan 78 orang tua anak dengan kanker yang tinggal di rumah singgah atau Yayasan Peduli Kanker Anak Indonesia (YPKAI) di wilayah Surabaya dan Jawa Timur selama Juni-Agustus 2022. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21) untuk mengukur tingkat tekanan psikologis dan kuesioner perawatan anak kanker yang dikembangkan oleh tim peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 41% orang tua mengalami kecemasan (ringan hingga berat), 12,9% mengalami stres (ringan hingga sedang), dan 46,1% mengalami depresi (ringan hingga sedang). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres (P-value=0,002; r=0,341), kecemasan (P-value=0,013; r=0,281), dan depresi (P-value=0,026; r=0,252) dengan kualitas perawatan anak kanker. Aspek perawatan yang masih kurang optimal meliputi perawatan mulut (70,5% tidak mendorong anak mengunyah permen karet), pencegahan mulut kering (43,6% tidak memberikan air dingin), dan pembatasan kontak dengan orang lain (hanya 28,2% yang konsisten menerapkan).

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pandemi COVID-19 memiliki dampak terhadap tekanan psikologis orang tua dan perawatan anak dengan kanker. Tekanan psikologis yang dialami orang tua mempengaruhi kualitas perawatan yang seharusnya diberikan kepada anak, termasuk perawatan mulut, pencegahan infeksi, dan penanganan efek samping kemoterapi. Diperlukan intervensi segera untuk mengatasi tekanan psikologis ini, termasuk program dukungan psikososial terstruktur seperti terapi kognitif perilaku dan pelatihan keterampilan pemecahan masalah.

Penulis: Dr. Ilya Krisnana, S.Kep., Ns., M.Kep.

Artikel ini telah terbit pada Pediomaternal Nursing Journal Volume 11 Nomor 2 Tahun 2025

Link https://e-journal.unair.ac.id/PMNJ/article/view/70155

AKSES CEPAT