Studi sebelumnya telah menyelidiki berbagai faktor penentu pencemaran lingkungan, seperti yang terkait dengan konsumsi energi, ekspansi ekonomi, dan pertumbuhan populasi. Namun, tenaga kerja asing belum diperlakukan sebagai potensi penentu degradasi lingkungan. Sebuah penelitian oleh Dr Miguel Angel Esquivias memulai penyelidikan tentang dampak penggunaan energi, pekerja asing, dan kedatangan wisatawan terhadap emisi CO2 di Malaysia dari tahun 1982 hingga 2018. Malaysia merupakan tujuan terbesar pekerja Indonesia.
Temuan menunjukkan bahwa kehadiran pekerja asing maupun pertumbuhan penduduk berpengaruh signifikan terhadap emisi karbon di Malaysia. Demikian pula, konsumsi gas alam dan listrik bukanlah penyebab utama polusi di Malaysia, maupun kedatangan jutaan pekerja asing ke negara tersebut. Sebaliknya, kedatangan turis, penggunaan batu bara, dan penggunaan minyak dianggap bertanggung jawab atas pencemaran lingkungan di Malaysia.
Para penulis juga menemukan bahwa pada tahap awal pembangunan, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi menyebabkan degradasi lingkungan, tetapi seiring berkembangnya negara, PDB aktivitas ekonomi yang lebih tinggi mengurangi emisi karbon. Temuan ini penting untuk merumuskan kebijakan untuk mengurangi degradasi lingkungan yang berasal dari polutan yang lebih tinggi yang dipancarkan ke lingkungan. Malaysia harus menggunakan lebih banyak sumber energi terbarukan, dan pajak karbon dapat dikenakan untuk mengurangi degradasi lingkungan.
Penulis: Dr Miguel Angel Esquivias Padilla
Jurnal: The Impacts of Energy Use, Tourism and Foreign Workers on CO2 Emissions in Malaysia





