51动漫

51动漫 Official Website

Pengaruh Pandemi COVID-19 pada Kegiatan Surveilans Measles-Rubella (MR)

Foto by Yayasan BUMN

Pandemi COVID-19 di Indonesia berdampak pada upaya untuk menangani masalah kesehatan, termasuk  Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Salah satu PD3I adalah penyakit campak-rubella yang mempengaruhi kualitas hidup anak karena meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas. Anak-anak merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit karena masih rendahnya daya tahan tubuh. Measles/Campak dan Rubella adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus paramyxovirus dan ditularkan melalui tetesan bersin dan batuk.

Kasus suspek Measles-Rubella (MR) di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2019 sebesar 668 kasus, kemudian tahun 2020 menurun signifikan menjadi 213 kasus. Target surveilans MR adalah tidak terdapat penularan virus selama 3 tahun berturut-turut (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, 2021). Cakupan kasus suspek MR dengan pemeriksaan IgM sebesar 89,47% (belum mencapai target 100%).

Hasil analisis surveilans MR di Provinsi Jawa Timur selama pandemi COVID-19 melalui pendekatan sistem (input-proses-output), yaitu banyak kendala dan inkonsistensi dalam  surveilans MR dalam hal input, proses dan output sehingga mempengaruhi jumlah temuan kasus MR. Aspek input meliputi manusia (dialihkan fokus penanganan COVID-19, material-mesin (alat laboratorium MR terbatas karena fokus pada spesimen COVID-19), anggaran (dana surveilans MR terbatas), pasar (adanya kasus under reporting), metode (pedoman teknis surveilans MR masih belum sepenuhnya dipahami oleh petugas). Aspek proses  yaitu kegiatan analisis data dan  interpretasi masih belum selesai. Aspek output yaitu penurunan kasus konfirmasi 83%.

Rekomendasi yaitu rekrutmen petugas surveilans MR sesuai dengan KMK No. 1116/2003 dan dilanjutkan dengan pelatihan peningkatan kapasitas dan fungsi ahli epidemiologi. Prioritas pendanaan difokuskan kembali pada MR untuk memudahkan pemeriksaan laboratorium IgM bagi suspek MR. Disamping itu  melakukan komunikasi edukasi dan informasi (KIE)  kepada masyarakat umum untuk meningkatkan pengetahuan tentang gejala dan tanda-tanda MR beserta pencegahannya. Upaya pengendalian dilakukan segera agar penyakit MR dapat dideteksi dengan cepat dan meminimalkan angka kesakitan serta kematian.

Penulis : Fariani Syahrul dan Linda Andriani

Informasi lebih detail mengenai artikel ini dapat dilihat di:

Linda Andriani and Fariani Syahrul (2022). Analysis of Measles-Rubella Surveillance in East Java Province during COVID-19檚 Pandemic. Malaysian Journal Medicine and Health Sciences  18(SUPP13): 115-122, Oct 2022.

AKSES CEPAT