Sebagai bentuk pengabdian masyarakat, mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 melaksanakan program kerja unggulan bertajuk “School Smart Waste” di Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Program yang berfokus pada edukasi pemilahan sampah ini secara khusus menyasar pelajar kelas lima dan enam di dua sekolah dasar, yakni UPT SD Negeri 260 Golokan dan MI Nahdlatul Ulama Golokan. Pelaksanaan program digerakkan secara kolektif oleh seluruh anggota tim tanpa bergantung pada penanggung jawab tunggal, sebagaimana ditegaskan oleh tim: 淪eluruh anggota kelompok bertanggung jawab dan berkontribusi penuh dalam setiap tahapan kegiatan.
Berangkat dari Pengetahuan Pemilahan Sampah
Program ini dilahirkan dari observasi akan minimnya pemahaman masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai teknik pemilahan sampah yang benar. Selama ini, edukasi yang ada cenderung hanya menekankan larangan membuang sampah sembarangan, tetapi kurang menyentuh aspek pemilahan yang justru krusial bagi kemudahan daur ulang dan keselamatan petugas pengumpul sampah. 淜ami melihat pemilahan sampah belum berjalan optimal, sehingga diperlukan program edukasi yang efektif dan interaktif bagi anak-anak, papar tim BBK 7 Golokan mengenai latar belakang inisiatif mereka.
Konsep School Smart Waste dan Edukasi Interaktif dan Aktif
Konsep “School Smart Waste” dirancang dengan pendekatan yang partisipatif dan menarik. Setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah, tim menyampaikan materi melalui metode yang interaktif, salah satunya dengan menciptakan permainan board game khusus. Strategi ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman peserta didik, yang diukur melalui pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan: pemahaman siswa kelas lima naik dari 91,42% menjadi 97,14%, sementara siswa kelas enam mencapai tingkat pemahaman sempurna sebesar 100%.
淟angkah kami diawali dengan koordinasi jadwal bersama sekolah, dilanjutkan dengan merancang board game yang menarik serta menyusun instrumen evaluasi. Edukasi diawali dengan pre-test, kemudian pemberian materi yang diintegrasikan dengan permainan, dan diakhiri dengan post-test untuk mengukur efektivitas, jelas tim mengenai mekanisme pelaksanaan. Program yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 14 Januari 2026 di UPT SD Negeri 260 Golokan dan 15 Januari 2026 di MI Nahdlatul Ulama Golokan, tersebut berhasil menciptakan atmosfir belajar yang aktif dan menyenangkan.
Dukungan Masyarakat dan Harapan Keberlanjutan
Dukungan penuh diperoleh dari pihak sekolah yang terlibat. Baik Kepala UPT SD Negeri 260 Golokan maupun MI Nahdlatul Ulama Golokan menyatakan bahwa program ini memberikan manfaat dan dampak positif yang nyata terhadap pengetahuan siswa. Mereka berharap inisiatif serupa dapat terus dilanjutkan untuk memperkuat pemahaman anak-anak di Golokan mengenai pengelolaan sampah. Ke depan, mahasiswa BBK 7 51动漫 berharap agar “School Smart Waste” dapat memberikan dampak berkelanjutan. 淗arapan kami, program ini tidak berakhir seiring selesainya masa pengabdian kami, tetapi dapat dilanjutkan oleh kelompok BBK berikutnya sehingga manfaatnya tetap lestari di masyarakat. Program ini juga kami rancang untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas, melalui penyajian edukasi yang interaktif guna meningkatkan kualitas pendidikan di Desa Golokan, tutup tim. Selain itu, program ini diharapkan dapat menjadi model edukasi pengelolaan sampah yang inspiratif dan dapat diadaptasi oleh berbagai pihak di daerah lain dengan karakteristik serupa, mendorong sinergi positif antara mahasiswa, pelajar, dan institusi pendidikan.
Penulis : Mahasiswa BBK 7 SIDAYU GOLOKAN





