UNAIR NEWS – Desa Bulusari, 11, 18, dan 25 Januari 2026 ” Dalam rangka mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, Mahasiswa PKL Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) 51¶¯Âþ (UNAIR) melaksanakan program kerja Gerak Cegah Rematik berupa senam bersama warga yang dilaksanakan secara rutin setiap satu minggu sekali dan bergilir di setiap dusun di Desa Bulusari. Program ini bertujuan untuk menjaga kesehatan sendi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui aktivitas fisik yang sederhana dan mudah diikuti.
Pelaksanaan kegiatan diawali pada 11 Januari 2026 yang bertempat di Balai Desa Bulusari, Dusun Krajan. Kegiatan senam ini diikuti oleh warga dari berbagai kelompok usia dengan antusiasme tinggi sebagai langkah awal membiasakan aktivitas fisik yang ramah sendi di lingkungan masyarakat.
Pada pelaksanaan minggu kedua, kegiatan Gerak Cegah Rematik dilaksanakan pada 18 Januari 2026 di Dusun Bulupayung, tepatnya di halaman MI Darul Falah. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 15“20 peserta yang terdiri dari orang dewasa, lansia, ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak-anak. Senam berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan, dengan gerakan yang disesuaikan agar aman dan mudah diikuti oleh seluruh peserta, khususnya lansia.
Memasuki minggu ketiga, kegiatan kembali dilaksanakan pada 25 Januari 2026 di Dusun Plampang, bertempat di halaman depan rumah Ketua RT 02/RT 03. Pelaksanaan di lingkungan pemukiman warga ini semakin mendekatkan program kesehatan kepada masyarakat serta mendorong partisipasi warga secara lebih luas.
Dalam setiap pelaksanaannya, senam dilakukan dengan gerakan sederhana yang berfokus pada peregangan dan penguatan sendi. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kebersamaan, serta interaksi aktif antara mahasiswa PKL dan masyarakat, sehingga menciptakan lingkungan yang positif untuk menerapkan gaya hidup sehat.
Usai pelaksanaan senam, mahasiswa PKL FIKKIA 51¶¯Âþ (UNAIR) memperkenalkan dan membagikan minuman herbal khas Desa Bulusari yang diberi nama Seduh Sari (Seduhan Berkhasiat Bulusari). Minuman herbal ini diracik langsung oleh mahasiswa PKL sebagai bagian dari program kerja dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan Desa Bulusari.
Seduh Sari dibuat dari racikan bahan herbal sederhana yang dikenal masyarakat dan tersedia di sekitar pekarangan maupun pasar desa. Selain mudah dibuat, minuman ini juga dipilih karena aman dikonsumsi dan mendukung upaya menjaga kebugaran tubuh serta kesehatan sendi setelah melakukan aktivitas fisik.
Minuman herbal tersebut dibagikan kepada seluruh peserta senam sebagai bentuk edukasi penerapan gaya hidup sehat berbasis kearifan lokal yang dapat dengan mudah diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.
Seorang ibu peserta senam mengungkapkan antusiasmenya,
œMbak, jamunya enak dan segar, rasanya pas. Ini bikin sendiri ya? Kalau boleh, saya ingin bawa pulang untuk diminum di rumah.
Sementara itu, seorang warga lansia turut menyampaikan kesannya,
œSetelah senam minum ini rasanya badan jadi lebih ringan. Jamunya enak dan tidak pahit, cocok untuk kami yang sudah sepuh.
Respons positif tersebut menunjukkan bahwa program kerja Gerak Cegah Rematik yang dilaksanakan oleh mahasiswa PKL FIKKIA UNAIR mendapat sambutan baik dari masyarakat serta memberikan nilai tambah dalam upaya promotif dan preventif kesehatan sendi.
Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diajak untuk aktif bergerak dan berolahraga secara rutin, tetapi juga ditanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sendi dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Gerak Cegah Rematik diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau seluruh dusun di Desa Bulusari sebagai upaya berkelanjutan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, aktif, dan berdaya, sejalan dengan pencapaian SDGs Nomor 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Penulis : PKL6Bulusari.Banyuwangi





