UNAIR NEWS – Pada ajang MINERFA 2025 Medical Competition and Fair of Anatomy and Physiology, delegasi (FK) 51动漫 (UNAIR) sukses mencuri perhatian sekaligus menyabet Juara I dalam cabang Minerfa Health Competition (MHC). Kompetisi yang berlangsung pada Jumat-Minggu (1416/11/2025) ini menjadi ajang pembuktian kemampuan serta potensi bagi mahasiswa UNAIR.
Tim UNAIR beranggotakan tiga mahasiswa FK yakni Deva Fitra Firdausa Anwar, Edward Timothy Setio, dan Kaleb Stanfier Hewis. Mereka terpilih melalui seleksi internal BEM KM FK yang digelar sejak April 2025 sebelum akhirnya bertolak ke Padang untuk bersaing dengan delegasi dari 18 FK se-Indonesia
Deva, selaku perwakilan tim, mengungkapkan bahwa motivasi mereka mengikuti kompetisi ini sudah tumbuh sejak tahun sebelumnya. 淭ahun ini adalah tahun terakhir saya di masa preklinik dan ingin menutup perjalanan olimpiade dengan pengalaman berharga di luar Pulau Jawa, tepatnya di Padang, ujarnya. Selain itu, kesempatan bertemu delegasi dari fakultas kedokteran lain menjadi nilai tambah yang tidak ingin mereka lewatkan.
Latihan Rutin dan Dukungan Akademik jadi Kunci
Persiapan intensif baru dimulai satu bulan sebelum kompetisi. Meski demikian, ketiganya mengandalkan pengalaman panjang mengikuti berbagai olimpiade kedokteran. Tidak ada strategi belajar khusus selain diskusi rutin dan pemanfaatan platform belajar berbasis internasional. 淜arena ini sudah lomba ke sekian selama preklinik, tantangan materi sebenarnya tidak terlalu berat. Kami hanya melakukan review rutin anatomi dan fisiologi, jelas Deva.
Untuk menghadapi soal-soal MHC yang terkenal detail, strategi mereka berfokus pada pembiasaan diri dengan pola soal tingkat olimpiade serta pendalaman materi melalui textbook tebal guna mempercepat pemahaman. 淒ukungan kampus juga menjadi faktor penting, terutama dari BEM KM dan dosen pembimbing yang membantu persiapan praktikum anatomi secara langsung, jelas Deva.
Kesiapan Mental, Bukan Hanya Materi
Menurut Deva, keunggulan timnya terletak pada pengalaman kompetitif yang kuat. 淧engalaman membuat kami lebih siap menghadapi pressure selama pertandingan, tegasnya. Dari kompetisi ini, mereka belajar bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga konsistensi kondisi mental.
Menutup wawancara, Deva menyampaikan harapan agar kemenangan ini menjadi dorongan regenerasi. 淪emoga pengalaman ini bisa saya turunkan kepada adik tingkat, sehingga tradisi prestasi FK UNAIR terus berlanjut di tingkat nasional maupun internasional, pungkasnya.
Penulis: Panca Ezza Aisal Saputra
Editor: Yulia Rohmawati





