51动漫

51动漫 Official Website

GIGI-GO! Antar Mahasiswa FKG UNAIR Raih Juara Harapan 1 Esai Populer di 7th Udayana Dentistry Scientific Meeting 2025

Davin dan Farel saat menerima penghargaan Juara Harapan 1 Esai Populer di 7th Udayana Dentistry Scientific Meeting 2025. (Foto: Dok. Pribadi)
Davin dan Farel saat menerima penghargaan Juara Harapan 1 Esai Populer di 7th Udayana Dentistry Scientific Meeting 2025. (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi 51动漫 kembali mencetak prestasi membanggakan. Pada 7th Udayana Dentistry Scientific Meeting (UDSC) 2025, tim FKG UNAIR meraih Juara Harapan 1 Kategori Esai Populer melalui inovasi edukasi kesehatan gigi berbasis teknologi bernama GIGI-GO!

Tim ini terdiri dari Davinzo Luis Gunardy dan Muhamad Farel Fachruzani, angkatan 2023. Davin mengembangkan penerapan social cognitive theory, menyusun PPT, dan menyiapkan presentasi. Sementara itu, Farel merumuskan ide utama, menyusun konsep prototype, dan menulis bagian teknis. Davin mengatakan, 淜ami ingin mencoba tantangan baru dan melihat sejauh mana ide kami bisa berkembang.

Urgensi Edukasi Kesehatan Gigi Berbasis Teknologi

Tim memilih topik ini karena edukasi menyikat gigi masih rendah. SKI 2023 mencatat hanya sekitar 5 persen masyarakat Indonesia yang menyikat gigi dengan benar. Farel menjelaskan, 淏anyak edukasi masih pasif. Padahal menyikat gigi itu keterampilan yang harus dipraktikkan secara langsung.

Untuk menjawab masalah tersebut, mereka mengembangkan konsep GIGI-GO!, sebuah aplikasi edukasi yang melibatkan partisipasi aktif pengguna. Aplikasi ini mampu memberikan umpan balik real-time sehingga pengguna dapat memperbaiki teknik menyikat gigi dengan lebih cepat.

Konsep Kerja GIGI-GO! dan Keunggulan Inovasinya

GIGI-GO! menggunakan tiga model AI: MediaPipe untuk mendeteksi gerakan sikat gigi, Kalman Filter untuk memperhalus data, dan Temporal Convolutional Network untuk menilai apakah teknik menyikat gigi sudah tepat. Aplikasi bekerja melalui kamera depan dan menghasilkan skor 0100 beserta kategori teknik menyikat gigi.

Farel menambahkan, 淜eunggulan GIGI-GO! ada pada deteksi optisnya. Peserta ikut bergerak dan mendapat feedback langsung, jadi tidak membosankan.
Model AI yang ada juga ringan sehingga dapat berjalan di perangkat berspesifikasi rendah.

Tantangan, Komentar Juri, dan Pelajaran Berharga

Keduanya harus mempelajari AI dari nol karena materi tersebut tidak diajarkan di FKG. Davin bercerita, 淜ami belajar dari artikel ilmiah untuk memahami model AI yang kami pakai.

Para juri memberikan apresiasi karena ide GIGI-GO! berangkat dari masalah sederhana namun penting. Juri juga menilai aplikasinya memiliki potensi besar jika dikembangkan lebih jauh, meskipun membutuhkan data training yang luas serta kolaborasi dengan developer dan profesional kesehatan gigi.

Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi tim. Davin menuturkan, 淜ami belajar dari komentar juri dan juga presentasi tim lain.

Mereka turut menyampaikan terima kasih kepada dosen pembimbing, Prof Dr Sindy Cornelia Nelwan drg SpKGA SubspKKA(K), atas arahan dan dukungan selama proses penyusunan gagasan.

Ke depan, mereka berharap GIGI-GO! dapat dikembangkan menjadi prototype yang dapat diuji langsung di masyarakat untuk meningkatkan perilaku menyikat gigi yang benar sejak dini.

Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT