Kualitas udara dalam ruangan merupakan salah satu variabel terpenting untuk hidup sehat dan produktif karena manusia melakukan lebih dari 90% aktivitasnya di dalam ruangan dan udara yang dihirup rata-rata 15.000 liter udara setiap hari. Mengurangi paparan polutan udara dalam ruangan menjadi isu penting karena polusi udara merupakan risiko kesehatan lingkungan yang signifikan. Lebih dari 10.000 mikroorganisme di udara, termasuk spora jamur, ragi, bakteri, dan virus dapat ditemukan di rumah sakit. Mikroorganisme ini dapat menginfeksi orang di dalam ruangan melalui aerosol dan dalam beberapa situasi klinis yang jarang terjadi,
seperti lesi kulit. Mikroorganisme ini dapat bertindak sebagai sumber partikel di udara. Droplet yang dihasilkan secara alami dari manusia saat bernapas, berbicara, bersin, dan batuk dapat memengaruhi berbagai mikroorganisme di udara.
Mikroorganisme ini dapat bertahan hidup di udara dalam waktu yang sangat lama dan dapat menempuh jarak yang sangat jauh. Pengukuran mikroorganisme di udara yang dapat menginfeksi manusia dan jaminan kualitas udara di rumah sakit dipertanyakan. Hingga saat ini, belum ada standar yang diakui secara universal. Pemantauan kualitas udara secara berkala merupakan jaminan yang sangat diperlukan di lingkungan rumah sakit untuk memberikan suasana sehat bagi dokter, keluarga pasien, pegawai rumah sakit, dan pekerja lainnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah bakteri dan jamur di udara dengan suhu dan kelembaban relatif. Pada 15 ruangan laboratorium Mikrobiologi ditempatkan cawan Petri NA dan SDA, setelah inkubasi dihitung jumlah koloni pada setiap cawan. Jumlah bakteri yang ditularkan melalui udara tertinggi terdapat pada ruang baca (352 CFU/m3), sedangkan jumlah terendah terdapat pada ruang laundry (13 CFU/m3) dan jumlah jamur udara tertinggi terdapat pada ruang Mikologi (156 CFU/m3). ), sedangkan tidak ditemukan jamur di udara di urin dan ruang cuci. Berdasarkan hasil uji Pearson diperoleh nilai p = 0,745 (p>0,5) menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kelembaban relatif dengan jumlah bakteri dan jamur di udara. Tidak ada hubungan antara suhu dan kelembaban relatif dengan jumlah bakteri dan jamur di udara.
Penulis Agung Dwi Wahyu Widodo
ƒ





