51动漫

51动漫 Official Website

Diet Ketogenik Jangka Panjang pada Mencit Meningkatkan Kadar Serum Alanine Transaminase pada Mencit

Foto by Mitra Keluarga

Obesitas adalah kondisi yang ditandai dengan penambahan berat badan yang disebabkan asupan makanan lebih banyak daripada energi yang dikeluarkan.  Obesitas sangat berkaitan dengan penyakit penyerta seperti diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, dislipedimia, perlemakan hati dan peningkatan angka kematian. Jumlah penduduk dunia yang mengalami obesitas meningkat pesat, bahkan 1.9 miliar orang dewasa mempunyai berat badan berlebih. Tatalaksana obesitas membutuhkan terapi farmakologi dan nonfarmakologi, salah satunya diet. Diet ketogenic (DK) diyakini dapat meurunkan berat badan pada pasien obesitas. Diet ini adalah diet tinggi lemak, cukup protein, dan sangat rendah karbohidrat. Tubuh akan menyediakan sumber energi alternatif yaitu badan keton dan akan terjadi ketosis nutrisi, dan ini yang dipercaya sebagai mekanisme penurunan berat badan. Selain memiliki berbagai manfaat, peneliti juga memikirkan efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh DK, salah satunya pada liver. Diketahui bahwa hati memiliki banyak fungsi, seperti detoksifikasi, menyimpan darah, memetabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Kemudian bila terjadi kerusakan atau kelainan pada hati dapat diindikasikan dengan peningkatan enzim hati terutama pada alanine transaminase (ALT) karena lebih spesifik dibandingkan aspartate transaminase (AST).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diet ketogenik jangka panjang (8 minggu) terhadap kadar serum alanine transaminase (ALT) pada mencit. Dua belas mencit jantan dibagi menjadi kelompok diet basal (BD) dan diet ketogenik (DK) dan diberikan intervensi selama delapan minggu secara adlibitum. Berat badan ditimbang sebelum dan sesudah intervensi, sedangkan kadar ALT diukur hanya sekali setelah delapan minggu intervensi.

Hasilnya, berat badan sebelum intervensi pada kelompok BD adalah 25,170 卤 2,858 g dan kelompok KD adalah 27,170 卤 1,329 g (P = 0,151). Pada pasca intervensi, berat badan pada kelompok BD dan KD masing-masing adalah 44.500 卤 5.244 g dan 31.830 卤 5.707 g (P = 0.003). kelompok BD menunjukkan perbedaan yang signifikan antara berat badan sebelum dan sesudah intervensi (P <0,0001); namun tidak signifikan pada kelompok KD (P=0,096). Setelah delapan minggu, kadar serum ALT pada mencit yang diberi BD adalah 90,672 卤 20,786 U/L dan pada mencit yang diberi KD menunjukkan 117,037 卤 19,261 U/L (P = 0,046). Sebagai kesimpulan, KD meningkatkan kadar ALT serum dan menurunkan berat badan setelah suplementasi KD selama 8 minggu.

Dari hasil ini, untuk aplikasi DK perlu dilakukan monitoring fungsi liver dan tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka Panjang agar tidak menyebabkan kerusakan fungsi liver.

Penulis: Dr. Purwo Sri Rejeki, dr., M.Kes

Informasi detail bisa didapatkan pada hasil riset kami di link :

Citasi

Ismi Dian Meiliana, Purwo Sri Rejeki, Muhammad Miftahussurur, and Minidian Fasitasari , (2023). Effect of Long-term Ketogenic Diet on Serum Alanine Transaminase Levels in Mice (Mus musculus), Natural and Life Sciences Communications 22(2):

AKSES CEPAT