Serikat mahasiswa berdasarkan afiliasi agama dan politik sangat penting dalam politik pengambilan keputusan di seluruh dunia dan di Indonesia khususnya. Keterlibatan pemuda dalam arena politik dan membangun narasi telah menjadi topik perdebatan di kalangan akademisi, cendekiawan dan pembuat kebijakan. Dalam konteks Indonesia, pergaulan pemuda dengan kelompok keagamaan sudah ada dipandang sangat penting untuk melibatkan mereka dalam inisiatif pengembangan kapasitas (khususnya siswa) dan dalam kegiatan politik dengan memobilisasi mereka dengan masyarakat umum. Penelitian ini mengkaji tentang fenomena kemanjuran politik melalui partisipasi politik pemuda yang terkait dengan kelompok agama dan politik yang berbeda. Dengan mempertimbangkan sifat penelitian, penelitian ini mencoba untuk mencapai hasil yang diinginkan dengan menggunakan desain dan pelaksanaan penelitian kuantitatif survei keluar.
Untuk tujuan itu, kuesioner yang dikelola sendiri dikembangkan dengan bantuan dari literatur untuk mengumpulkan data. Data dikumpulkan dari mahasiswa dan masyarakat umum, dengan fokus pada premis bahwa diskusi politik dan afiliasi kelompok agama dapat berperan untuk kemanjuran politik. Hasil penelitian menemukan bahwa afiliasi mahasiswa dengan kelompok keagamaan memiliki a dampak yang kuat pada keterlibatan mereka dalam kegiatan politik. Seiring dengan berbagai politik dan agama faktor, media sosial dianggap sebagai faktor penentu dalam membentuk opini politik pemuda dan mengembangkan rasa keterlibatan masyarakat serta mempraktikkan hak-hak politik mereka. Data juga menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara efikasi politik dan media sosial, menyoroti bahwa partisipasi mahasiswa dalam diskusi politik mengarah pada efikasi politik dengan memobilisasi pemuda dengan komunitas umum untuk menciptakan lingkungan politik yang diskursif.
Di Indonesia, terlihat bahwa pemuda telah terlibat dalam berbagai kegiatan politik untuk berbagai kalangan tujuan. Data penelitian ini menunjukkan bahwa anak muda di Indonesia telah terlibat dalam berbagai kegiatan politik karena afiliasi mereka yang kuat dengan kelompok agama. Afiliasi mahasiswa dengan partai-partai keagamaan memiliki dampak yang lebih kuat pada arena politik dan kegiatan social media telah memainkan peran aktif dalam mempengaruhi dan melibatkan mereka dalam agenda perubahan politik.
Terungkap pula bahwa pemuda terlibat dalam berbagai kegiatan politik, seperti diskusi di ruang publik, mengarah pada memobilisasi orang lain untuk perubahan politik dan kemanjuran politik. Disamping peran pemuda dalam ranah fisik, mereka terlibat dalam politik melalui platform media sosial hingga menciptakan kesadaran antara lain dan menyadarkan massa umum tentang politik.
Penelitian menunjukkan bahwa pemuda juga terlibat dalam berbagi pengetahuan politik dan berpartisipasi dalam kegiatan seperti menghadiri pertemuan sudut dan memotivasi masyarakat untuk membuat keputusan politik yang sah sejalan dengan ideologi agama mereka. Selain itu, penelitian ini memberikan wawasan bahwa diskusi tentang pengetahuan politik menciptakan kepentingan politik, dan meningkatkan perdebatan tentang partisipasi politik dapat meningkatkan kemanjuran politik mereka. Data menyajikan hubungan yang signifikan antara kemanjuran politik dan media sosial, menyoroti tren partisipasi yang lebih formal dan informal dan inklusi siswa dalam diskusi politik yang mengarah ke kemanjuran politik untuk membuat arena politik yang lebih representatif. Apalagi berbagai cara partisipasi politik diindikasikan berguna untuk partai politik dan organisasi keagamaan. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat afiliasi dengan partai-partai keagamaan, semakin besar peluang penguatan representasi politik kemanjuran dan struktur politik.
Penulis: Dr. Muhammad Saud, BS., MS. Soc
Link Jurnal: https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/20578911221143674





