51动漫

51动漫 Official Website

Dislokasi Vertikal Tulang Tempurung Lutut Akibat Cedera Ringan pada Usia Remaja

Foto by Halodoc

Dislokasi tulang tempurung lutut merupakan suatu kondisi emergensi dengan angka kejadian 5,8 dari 100.000 orang per tahunnya. Dislokasi tulang tempurung lutut secara vertikal (patella vertical dislocation) merupakan kasus langka dengan jumlah laporan 40 kasus sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1978. Kebanyakan kasus ini terjadi akibat cedera langsung pada lutut atau terkilir pada saat melakukan aktivitas fisik. Uniknya, pada kasus yang kami temui dislokasi terjadi pada pasien dengan kelompok usia remaja dan kelenturan tubuh secara menyeluruh (general laxity) yang diakibatkan cedera ringan.

Seorang perempuan berusia 16 tahun hendak menaiki tempat tidur dengan cara bertumpu ke lutut. Secara mendadak, pasien merasakan nyeri hebat pada lutut kirinya. Selain itu, pasien juga merasakan adanya sensasi bunyi 渒lik pada lutut kiri tersebut. Setelah itu, mendadak lutut kiri pasien tidak dapat digerakkan. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan perubahan bentuk kaki dan lengkungan tidak normal pada kulit yang tampak seperti sirip punggung ikan (dorsal fin) seperti pada gambar 1. Pada perabaan didapatkan nyeri tekan pada sisi tengah dan atas tulang tempurung lutut. Dengan demikian didapatkan bahwa tulang tempurung lutut dalam posisi yang salah dan permukaannya berputar 90藲 menghadap ke samping. Pemeriksaan radiografi yang dilakukan menunjukkan bahwa tulang tempurung lutut pasien mengalami dislokasi sebesar 90藲 ke arah sumbu vertikal.

Pasien dalam keadaan bius total menjalani operasi reduksi tertutup dengan menekan tulang lutut dari atas dan tengah ke arah sisi datar lutut menggunakan ibu jari hingga tulang lutut kembali ke posisi semula. Setelahnya kaki pasien digips dengan gips sirkular selama 3 pekan dan hasil operasi dievaluasi dengan menggunakan radiografi dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang menunjukkan terputusnya ligamen kolateral lateral dan penumpukan cairan sendi tanpa adanya kerusakan pada tulang rawan (osteochondral) dan loose body (serpihan tulang yang melayang di area sendi). Setelah 3 pekan, gips dilepas dan pemeriksaan fisik menunjukkan bahwa pasien dapat menekuk lututnya sebesar 140藲. Dengan kemajuan tersebut, pasien kemudian dirujuk untuk melakukan rehabilitasi fisik. Setelah 6 pekan tindak lanjut, pasien didapatkan telah bisa melakukan gerakan penuh tanpa rasa sakit dan keluhan.

Dislokasi tulang tempurung lutut vertikal merupakan kondisi terotasinya tulang tempurung lutut terhadap sumbu longitudinal dengan permukaan artikular (sendi) menghadap secara lateral atau medial. Dislokasi tersebut dikatakan intraartikular apabila rotasi tersebut terkunci pada lekukan tulang paha dan dikatakan ekstraartikular apabila sisi samping tulang tempurung lutut terkunci pada arah berlawanan dari kondilus (ujung bawah tulang lutut) yang mana merupakan kasus yang lebih langka lagi.

Dislokasi tulang tempurung lutut dapat ditangani dengan reduksi tertutup dan imobilisasi menggunakan gips sirkular seperti penanganan kasus di atas. Selain itu, terdapat laporan penggunaan operasi reduksi terbuka dengan klem reduksi dan imobilisasi menggunakan gips. Penggunaan bius pada operasi reduksi dislokasi tulang lutut vertikal dapat dilakukan secara total maupun lokal dengan catatan penggunaan bius total apabila operasi reduksi tertutup tidak bisa dilakukan dalam keadaan bius lokal. Setelah dilakukan operasi reduksi, imobilisasi dilakukan selama 3 pekan (pada operasi reduksi tertutup dan penggunaan gips sirkular) atau 6 pekan (pada operasi reduksi terbuka dan penggunaan gips plaster). Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk pulih sempurna adalah 8 pekan.

Keadaan pasien yang merupakan remaja dengan riwayat cedera ringan serta kondisi pasien yang mengalami kelemahan total pada sendi lutut menjadikan kasus di atas menjadi lebih unik dan memerlukan informasi lebih lanjut mengenai mekanisme cedera dan faktor risiko yang dapat menyebabkan dislokasi tulang tempurung lutut veritkal. Selain kasus di atas, laporan dislokasi tulang tempurung lutut vertikal pada usia remaja dengan kelenturan tubuh menyeluruh dengan riwayat mekanisme cedera ringan dilaporkan pada 3 kasus. Pilihan penggunaan bius total pada kasus di atas memberikan efek relaks terhadap otot otot di sekitar lutut. Oleh karenanya, penggunaan bius total lebih direkomendasikan pada reduksi tertutup seperti kasus ini.

Penulis: Tri Wahyu Martanto, dr. SpOT(K)

Jurnal: A Low-Energy Patella Vertical Dislocation in an Adolescent: A Case Report

AKSES CEPAT