Penyakit covid-19 merupakan penyakit dengan angka penyebaran antar manusia sangat mudah dan cepat. Sebagian besar rute penyebaran penyakit ini ditularkan dari paparan droplet pernafasan. Oleh karena itu, penggunaan alat pelindung diri, perilaku terkait cara menjaga kesehatan dan pengetahuan tentang tindakan pencegahan sangat perlu untuk diketahui oleh seluruh lini masyarakat. Warga di semua usia terdampak oleh penyakit ini, salah satunya remaja. Angka remaja yang terpapar penyakit ini tinggi, karena aktivitas keseharian adalah di luar rumah dan bertemu dengan banyak orang. Seluruh badan regulasi di dunia, negara dan satuan unit instansi membuat peraturan dan himbauan yang dapat meminimalkan resiko tertular penyakit berbahaya ini.
Dari hasil survey yang dilakukan kepada lebih dari 250 remaja dengan tujuan mengetahui pemahaman tentang protokol kesehatan, didapatkan hasil yang patut menjadi perhatian. Dari survey tersebut beberapa poin pertanyaan, antara lain: penyebaran penyakit, cuci tangan, penggunaan masker, tata cara bersin, tindakan menjaga kebersihan barang pribadi, dan cara memantau gejala Covid-19 yang mungkin timbul. Kurang lebih 80% remaja memiliki pengetahuan yang baik untuk semua pertanyaan tersebut, namun terdapat hal “ hal yang bahkan hanya diketahui oleh sekitar seperlima bagian remaja. Prosedur cuci tangan, konsep jaga jarak aman, perawatan pada masker bekas pakai, bersin pada area publik dan pembersihan barang personal merupakan perihal yang kurang diketahui dengan baik.
Profil pengetahuan yang lebih baik ditemukan pada beberapa kriteria remaja. Kebanyakan remaja pria perlu diberikan pemahaman ulang untuk protokol kesehatan tersebut. Dengan usia yang lebih matang dan sejalan dengan tingkat pendidikan lebih tinggi didapatkan pengetahuan tentang protokol kesehatan lebih baik. Selain itu, pada beberapa daerah domisili remaja yang merupakan daerah wisata memahami nilai-nilai protokol kesehatan lebih baik.
Penerapan himbauan protokol kesehatan yang dilakukan para remaja perlu diketahui oleh pemerintah, sekolah, keluarga, maupun pribadi masing-masing. Hal tersebut dapat dijadikan sebagai dasar perbaikan program penyebaran informasi, sosialisasi yang dilakukan oleh pihak terkait. Selain itu juga digunakan untuk penekanan sistem perbaikan pada hal “ hal yang terutama tidak diketahui oleh remaja secara jelas.
Penulis: Dinda Monika Nusantara Ratri, S.Farm., Apt., M.Farm.Klin.
Jurnal: Adolescent knowledge in COVID-19 prevention based on Centres for Disease Control guideline





