51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Dukungan Keluarga Berperan Terhadap Kepatuhan Melakukan Kontrol Rutin Pada Penderita Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus (DM) merupakan kondisi kronis dimana terjadi kenaikan kadar glukosa dalam darah dimana 1 dari 2 orang penyandang diabetes masih belum menyadari bahwa dirinya terkena diabetes. DM akan tidak dapat dikendalikan apabila penderita tidak melakukan kontrol secara rutin dan akan menimbulkan komplikasi yang dapat membahayakan kesehatan tubuh. Sebanyak duapertiga penderita DM di Indonesia tidak mengetahui bahwa dirinya menderita diabetes dan cenderung sudah dengan komplikasi menyebabkan penderita diabetes terlambat untuk mengakses layanan kesehatan.

Penatalaksanaan pengobatan DM harus dilakukan seumur hidup sehingga seringkali penderita mengalami kejenuhan dan ketidakpatuhan dalam penatalaksanaan pengobatan DM sering terjadi. Kepatuhan kontrol dari penderita DM tipe 2 yang berupa patuh untuk kontrol ke pelayanan kesehatan, kontrol gula darah, melakukan olah raga atau aktivitas fisik serta melakukan perencanaan makan yang benar sesuai dengan kebutuhan kalori penderita DM tipe 2 per harinya, maka komplikasi yang terjadi khususnya komplikasi kronis dapat dicegah atau diturunkan resiko terjadinya. Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan terapi salah satunya adalah dukungan keluarga, karena dukungan keluarga merupakan faktor yang memiliki kontribusi yang cukup berarti dan sebagai faktor penguat yang sangat mempengaruhi kepatuhan pengobatan pada
penderita DM.

Dukungan keluarga berkorelasi positif dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin pada pasien DM. Keluarga memainkan peranan penting yang bersifat mendukung selama penyembuhan dan pemulihan anggota keluarga, sehingga dapat mencapai derajat kesehatan secara optimal. Dukungan keluarga biasanya diterima individu melalui interaksi sosial dalam kehidupan secara spontan dengan orang-orang yang berada disekitarnya dalam hal ini adalah anggota keluarga.   Dukungan yang paling baik dalam penelitian ini adalah dukungan emosional dan harga diri, sedangkan dukungan keluarga yang kurang berada pada dukungan informasional. Domain emosional dan harga diri berperan penting karena pada dukungan emosional dan harga diri ini mencakup ungkapan empati, kepedulian dan perhatian terhadap penderita Diabetes mellitus dalam hal ini dapat memotivasi penderita Diabetes mellitus untuk meningkatkan derajat kesehatannya.

Semakin tinggi dukungan keluarga yang diberikan maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan pasien Diabetes mellitus untuk melakukan kontrol rutin di Puskesmas. Sebagian besar pasien Diabetes mellitus memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi yaitu dengan melakukan kontrol rutin secara rutin selama 1 bulan sekali atau lebih. Dukungan keluarga memiliki hubungan yang bermakna dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin pada penderita Diabetes mellitus ke Puskesmas. Dukungan keluarga yang baik memiliki prosentase yang baik. Fasilitas pelayanan kesehatan (puskesmas) hendaknya melakukan upaya dengan meningkatkan dukungan keluarga dengan cara memberikan edukasi terhadap keluarga tentang pentingnya dukungan keluarga bagi kepatuhan kontrol rutin pada penderita Diabetes mellitus, sehingga dukungan informasional dapat terpenuhi.

Penulis: Ika Nur Pratiwi, Lutvi Choirunnisa, Kusnanto dan Vimala Ramoo

Nama lengkap: Ika Nur Pratiwi, S.Kep.,Ns.,M.Kep

NIP: 198711022015042003

No. HP: 08179610106

Judul Artikel: Family Support and Adherence to Control Among Type 2 Diabetes Mellitus: A Cross-sectional Study in the Primary Health Center Settings

Untuk informasi lebih lanjut bisa melalui link berikut:

Pratiwi IN, Choirunnisa L, Kusnanto K, Ramoo V. Family Support and Adherence to Control Among Type 2 Diabetes Mellitus: A Cross-sectional Study in the Primary Health Center Settings. Malaysian J Med Heal Sci [Internet]. 2023;19(May):16“22. Available from: https://search.ebscohost.com/login.aspx?direct=true&AuthType=ip,url,uid,cookie&db=a9h&AN=164037371&site=ehost-live

AKSES CEPAT