51动漫

51动漫 Official Website

Model Resiliensi Ibu Berbasis Family Centred Empowerment Terhadap Dampak Bencana Banjir Tahunan

Indonesia sangat rentan terhadap bencana alam yang dapat menimbulkan kerugian baik manusia, material, ekonomi, maupun lingkungan. Salah satunya adalah banjir yang masih menjadi tren bencana alam di Indonesia. Selain banjir, Indonesia juga terdampak dari pandemi Covid-19 pada tahun 2020 hingga 2022. Oleh karena itu, perlu adanya suatu model yang dapat meningkatkan ketahanan individu dalam menghadapi bencana dalam hal ini adalah ibu sebagai omponen penting dalam keluarga dan masyarakat.

Managemen risiko bencana berbasis komunitas adalah sebuah pendekatan yang berpusat pada masyarakat dan mendorong keterlibatan lokal pemangku kepentingan yang memahami tantangan utama dan sumberdaya di tingkat lokal. Perempuan merupakan unsur penting dalam pemberdayaan komunitas dalam menanggulangi risiko bencana. Ibu yang tangguh dalam menghadapi dampak bencana diharapkan menjadi motor penggerak dalam konteks penurunan dampak bencana di masyarakat

Konsep ketangguhan  pada model resiliensi ibu berbasis family centred empowerment digunakan untuk mempersiapkan ibu menghadapi dampak bencana. Resiliensi didefinisikan sebagai kapasitas universal yang membuat individu atau komunitas meminimalkan atau menghindari dampak negatif dari peristiwa berbahaya, sehingga dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk menghadapi dan mengatasi peristiwa yang menimbulkan stres. Resiliensi memiliki peran dalam menyeimbangkan tingkat penanggulangan dan stres.

Fokus model resiliensi terhadap ibu bukan tanpa alasan. Setiap perempuan mempunyai kemampuan yang tidak kalah dengan  laki-laki dalam menghadapi bencana. Sifat-sifat tersebut yang dibangun oleh konstruksi sosial, keluarga, dan komunitas, menjadikan citra perempuan semakin melekat pada karakternya, yaitu kepedulian, rasa ingin melindungi, rajin, serta suka membantu keluarga dalam menghadapi krisis yang disebabkan oleh bencaana. Meski perempuan dikenal lebih rentan dan terabaikan dalam perencanaan pencegahan bencana, namun perempuan memiliki kekuatan yang lebih luar biasa di masa sulit seperti bencana. Cara terbaik untuk meningkatkan ketahanan adalah dengan meningkatkan ketahanan komunitas rentan seperti perempuan.

Poin-poin penting dalam model resiliensi ibu berbasis family centred empowerment diantaranya adalah strategi koping adaptiaf, family appraisal (penilaian keluarga), fillial value (nilai dasar), self efficacy (keyakinan diri). Poin-poin penting inilah yang dapat meningkatkan resiliensi ibu maupun resiliensi dalam keluarga.

Penulis: Dr. Yulis Setiya Dewi, S.Kep., Ns., M.Ng.

Link : https://ejournal.lucp.net/index.php/mjn/article/view/1881

AKSES CEPAT