51动漫

51动漫 Official Website

Early Detection of Biliary Atresia in Primary Health Care

Ilustrasi oleh infouzi.ru

Atresia Bilier (AB) adalah penyebab paling umum penyakit hati stadium akhir pediatrik dan merupakan penyebab utama transplantasi hati pada anak-anak, saat ini tetap menjadi tantangan bagi dokter. Atresia bilier ditemukan di seluruh dunia, dengan angka kejadian 1 dari 10-19.000 di Eropa dan Amerika Utara, dan angka kejadian yang lebih tinggi yaitu 1 dari setiap 3.000 bayi di Asia Timur. Secara klinis, pada bayi dengan atresia bilier, ikterus kolestatik berkembang dalam beberapa minggu pertama kehidupan diikuti dengan tinja acholic, urin berwarna gelap, hepatomegali, pertumbuhan yang buruk, berkembang menjadi sirosis, hipertensi portal, dan gagal hati. Gejala Atresia bilier terus memburuk dua minggu setelah lahir. Berbeda dengan penyakit kuning fisiologis. Ikterus fisiologis akan membaik dalam waktu 2 minggu dan semakin membaik. Sedangkan pada kolestasis yang terjadi akibat atresia bilier, ikterus akan semakin parah. Sayangnya, identifikasi bayi dengan ikterus kolestatik cukup sulit karena tampak mirip dengan ikterus fisiologis yang sangat umum terjadi pada masa bayi awal. Saat ini, Kartu Warna Tinja telah diperkenalkan sebagai alat deteksi dini penyakit bilier atresia pada bayi yang dapat mendiagnosis lebih awal, mempersingkat waktu perawatan bedah, dan meningkatkan prognosis jangka panjang anak dengan atresia bilier.

Namun demikian, diagnosis awal atresia bilier masih menantang. Keterlambatan diagnosis atresia bilier menjadi masalah utama, khususnya di Indonesia. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang deteksi dini atresia bilier di antara penyedia layanan kesehatan primer adalah penyebab penting keterlambatan diagnosis atresia bilier. Pada studi terdapat 252 peserta yang terlibat, usia rata-rata peserta adalah 40,7 卤 9,4 tahun. Sebagian besar peserta adalah bidan (61,9%) dan 77,8% peserta telah bekerja di pelayanan kesehatan primer > 5 tahun. 40,5% peserta menyatakan bahwa bayi baru lahir dapat mengalami ikterus fisiologis, yang ditandai dengan sklera ikterik, feses pucat, dan urin berwarna gelap. Sebanyak 27,4% dan 24,2% partisipan mengatakan bahwa semua penyakit kuning pada bayi baru lahir akan selalu membaik dengan sendirinya dan bayi baru lahir dengan penyakit kuning yang berkepanjangan masing-masing tidak memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Terdapat peningkatan nilai median pada skor pengetahuan pretest dan posttest setelah pendidikan kesehatan intervensi (p < 0,05).

Petugas kesehatan primer memahami tentang atresia bilier, namun pengetahuan awal tentang deteksi dini atresia bilier tidak merata di semua petugas kesehatan primer. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan untuk deteksi dini atresia bilier diperlukan. Pendidikan kesehatan dapat digunakan secara efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang atresia bilier.

Penulis: Dr. Bagus Setyoboedi, dr, SpA(K)

Departemen Ilmu Kesehatan Anak

Fakultas Kedokteran 51动漫

Disarikan dari artikel dengan judul: Early detection of biliary atresia in primary health care: still a problem yang diterbitkan diF1000Research 2022, 11:1245

Link:

AKSES CEPAT