51动漫

51动漫 Official Website

Efek Akut n-3 Polyunsaturated Fatty Acids Mengurangi Kadar Tumor Necrosis Factor Alpha dan Tidak Menurunkan Kadar Malondialdehyde Setelah Latihan Anaerobik

Foto oleh foreverclub.fi

Latihan anaerobik dengan intensitas tinggi menyebabkan stres metabolik berupa Defisiensi energi dan kerusakan otot yang disebut Exercise Injured Muscle Damage (EIMD). Kerusakan otot yang tidak terkontrol pada fase pemulihan menyebabkan Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). DOMS disebabkan oleh proses inflamasi karena peningkatan kadar Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-a) sebagai respon kerusakan otot. Selain itu, sebagai hasil dari proses metabolisme, sel akan menghasilkan radikal bebas atau spesies oksigen reaktif (ROS). Radikal bebas ditandai dengan peningkatan produksi Malondialdehyde (MDA). Selain latihan aerobik yang umumnya memicu radikal bebas, latihan anaerobik yang melibatkan sirkulasi oksigen yang lebih sedikit, juga dapat menyebabkan stres oksidatif yang memicu peningkatan produksi radikal bebas.

Penatalaksanaan DOMS pasca latihan menggunakan modalitas farmakologi, diperkirakan 30 juta orang di seluruh dunia yang mengonsumsi obat anti inflamasi non steroid. Hal ini tentunya akan berdampak bagi kesehatan dan pertumbuhan otot. Selain itu, peningkatan radikal bebas dapat menyebabkan penyakit degeneratif seperti kanker dan diabetes mellitus yang merupakan penyebab penyakit jantung. Diperkirakan sebanyak 17 juta orang di seluruh dunia meninggal setiap tahun karena penyakit degeneratif.

Salah satu bahan alam yang berasal dari minyak ikan yaitu n-3 Polyunsaturated Fatty Acids (PUFAs). Kandungan yang terkandung dalam n-3 PUFA adalah a-linolenic acid (ALA), eicosapentaenoic acid (EPA), dan docosahexaenoic acid (DHA).

Sebuah penelitian eksperimental dengan rancangan pre and post control group design melibatkan 16 pria dewasa sehat yang dipilih secara acak dengan rentang IMT 19.00-24.00, usia berkisar 20-30 tahun. Sampel terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok 1 (K1) sebagai kelompok kontrol dan kelompok 2 (K2) sebagai kelompok perlakuan. Subjek melakukan latihan anaerobik dengan intensitas tinggi berkisar 80-90% dari kemampuan maksimal, dilakukan 4 set, 10 repetisi dan pemulihan antar set kurang lebih 60 detik. 24 jam setelah latihan anaerobik, diambil sampel darah pre-test, kemudian diberikan intervensi kepada subjek. Intervensi diberikan sesuai kelompok pada waktu yang bersamaan. n-3 PUFA diberikan dengan dosis  540 mg EPA dan 360 DHA. 24 jam setelah intervensi dilakukan pengambilan kembali sampel darah post-test yang nantinya akan dianalisis di laboratorium.

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa K1 secara signifikan tidak menurunkan kadar TNF-a setelah latihan anaerobik, sedangkan K2 secara signifikan dapat menurunkan kadar TNF-a setelah latihan anaerobik. Hal ini diperkuat oleh penelitian (Hedayatpour, Izanloo Falla, Kawamura dan Muraoka, 2018) melaporkan bahwa pemberian n-3 PUFA pada 54 pasien hemodialisis selama 6 bulan berturut-turut dapat menurunkan kadar TNF-a. n-3 PUFA mampu menghambat inflamasi dengan memblokade pensinyalan TNF-a dengan mengaktifkan respons protein di otot.

Selanjutnya penelitian ini membuktikan bahwa K1 dan K2 secara signifikan tidak menurunkan kadar MDA setelah latihan anaerobik. Ada pro dan kontra oleh beberapa penelitian tentang efek n-3 PUFA pada kadar MDA. Pada penelitian (Ateya et al., 2017) melaporkan bahwa pemberian n-3 PUFA pada 49 pasien anak dengan penyakit ginjal selama 6 bulan dengan dosis 1 gram selama 6 bulan mengurangi MDA. Selain itu, penelitian (Pooya et al., 2010) melaporkan bahwa pemberian n-3 PUFA pada 81 pasien diabetes tipe 2 selama 2 bulan hanya menurunkan kadar hemosistein tanpa penurunan MDA. Penelitian (Vaagenes et al., 1998) melaporkan bahwa pemberian n-3 PUFA pada dosis rendah (250 mg/hari) pada tikus tidak berpengaruh pada penurunan kadar MDA.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian n-3 PUFA mampu menurunkan kadar TNF-a tanpa penurunan kadar MDA setelah latihan anaerobik.

Penulis: Novadri Ayubi, S.Or. M.Kes.; Dr. Lilik Herawati, dr., M.Kes.

Ayubi, N.; et. al. Acute effects of n-3 Polyunsaturated fatty acids (PUFA) reduced the level of tumor necrosis factor-alpha (TNF-a) and did not decrease malondialdehyde (MDA) levels after anaerobic exercise. Journal of Biological and Homeostatic Regulators Agent 2022, 36, 7-11,

AKSES CEPAT