51动漫

51动漫 Official Website

Efek Asupan Etanol pada Proses Remodeling Tulang selama Perawatan Ortodonti

Efek Asupan Etanol pada Proses Remodeling Tulang selama Perawatan Ortodonti
Sumber: Behzi.ir

Pergerakan gigi ortodonti merupakan salah satu cara yang mungkin untuk mempelajari bagaimana beban mekanis menyebabkan remodeling tulang. Gigi bergeser selama perawatan ortodonti karena gaya yang diberikan. Menurut teori tegangan dan regangan, gaya-gaya ini akan mengakibatkan pertumbuhan tulang di area yang diregangkan dan resorpsi tulang di area yang tertekan. Kekuatan gaya yang diberikan dan reaksi biologis ligamen periodontal dapat mengatur pergerakan ini. Tekanan yang diberikan pada gigi akan mengubah aliran darah, yang akan menyebabkan pelepasan beberapa mediator inflamasi seperti faktor pertumbuhan, sitokin, faktor perangsang koloni, metabolit asam arakidonat, dan neurotransmiter. Sekresi ini menyebabkan remodeling tulang. Zat-zat beracun seperti alkohol secara teratur dikonsumsi oleh banyak pasien selama pergerakan gigi ortodonti. Zat-zat yang aktif secara farmakologis ini dapat secara tidak sengaja menghambat pergerakan gigi, menyebabkan resorpsi akar yang tidak diinginkan, atau menyebabkan hilangnya perlekatan periodontal dan tulang dengan memodulasi proses molekuler dan seluler yang memungkinkan pergerakan gigi ortodonti. Investigasi efek samping farmakologis ini pada perawatan ortodonti semakin diminati secara klinis. Konsumsi etanol sebagai komponen utama minuman beralkohol masih cukup umum, terutama di kalangan anak muda, meskipun ada penurunan tertentu dalam beberapa tahun terakhir. 54,4% remaja hingga usia 17 tahun secara teratur mengonsumsi alkohol dengan konsumsi berlebihan sebesar 15,8% dan pesta minuman keras sebesar 11,5% remaja.

Kerusakan tulang akibat alkohol pada akhirnya menyebabkan osteopenia, suatu penyakit yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang substansial. Sekarang sudah diterima dengan baik bahwa banyak kelainan tulang, termasuk osteopenia dan osteoporosis, mencerminkan ketidakseimbangan dalam diferensiasi dan fungsi dua jenis sel, osteoblas dan osteoklas, yang masing-masing bertanggung jawab atas pembentukan tulang dan resorpsi tulang. Biomarker adalah zat yang diukur dan dievaluasi secara objektif sebagai indikator proses biologis normal, proses patogenik, atau respons farmakologis terhadap intervensi terapeutik. Biomarker yang baik harus spesifik dan sensitif serta memiliki kemampuan untuk menginformasikan kondisi biologis terkait dengan perubahan jaringan periodontal dan hubungannya dengan fase pergerakan gigi ortodonti tertentu. Pengetahuan tentang jenis proses seluler akan memberikan gambaran yang baik dalam memberikan pembebanan mekanis yang tepat dan dengan demikian memperpendek periode perawatan, yang juga dapat membantu menghindari efek samping yang terkait dengan perawatan ortodonti. Interleukin-1 (IL-1) adalah sitokin multifungsi yang mengatur berbagai fungsi seluler dan jaringan. Tulang adalah salah satu organ yang sensitif terhadap biomarker IL-1. IL-1 adalah sitokin resorpsi tulang dan efek seperti diferensiasi, multinukleasi, aktivasi osteoklas. Ketika gaya ortodonti diterapkan pada gigi, ada proses peradangan pada jaringan periodontal yang mendorong remodeling tulang. Remodeling tulang adalah tahap awal diferensiasi osteoklas. TNF- dan IL-1 adalah sitokin pertama yang disekresikan setelah penerapan gaya mekanis. Transforming Growth Factor Beta (TGF-) adalah reseptor yang berperan dalam pensinyalan elektronik perkembangan tulang dan homeostasis melalui diferensiasi kondrosit, pembentukan tulang rawan, dan pembentukan tulang. Peran TGF- dalam osteokalstogenesis dan resorpsi tulang sangat kompleks. TGF- memediasi fungsi osteoklas seperti maturase, apoptosis, dan perekrutan prekursor osteoklas dari sumsum tulang. Hasil uji statistik dengan uji t-sampel independen menunjukkan terdapat perbedaan ekspresi IL-1 dan TGF- yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan nilai p < 0,05. Kesimpulan Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan ekspresi interleukin-1 (IL-1) dan Transforming Growth Factor Beta (TGF -) setelah pemberian etanol 20% pada proses remodeling tulang saat aplikasi gaya ortodonti dan terdapat pengaruh lama pemberian etanol 20% terhadap ekspresi interleukin-1 (IL-1) dan Transforming Growth Factor Beta (TGF -) pada proses remodeling tulang saat perawatan ortodonti.

Penulis: Ardiansyah Pawinru, Harun Achmad, Sitti Wahyuni, Eka Erwansyah, Ida B. Narmada, Rasmidar Samad, Agussalim Bukhari, Eddy H. Habar

Link:

Baca juga: Perawatan Ortodonti Kamuflase Kelas III pada Pasien Dewasa

AKSES CEPAT