Escherichia coli adalah bakteri gram negatif yang secara alami hidup dalam saluran pencernaan hewan, termasuk manusia, tetapi beberapa serotipe dapat menyebabkan penyakit serius. Infeksi E. coli dapat mengakibatkan berbagai gangguan, mulai dari diare ringan hingga penyakit sistemik yang lebih serius, seperti sepsis dan enteritis. Pada hewan ternak, infeksi E. coli sering dikaitkan dengan penyakit enterotoksigenik (ETEC), enteropatogenik (EPEC), dan enterohemoragik (EHEC), yang menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan dalam industri peternakan. Lipopolisakarida (LPS) yang merupakan komponen utama dari dinding sel E. coli, berfungsi sebagai endotoksin yang dapat memicu respons inflamasi yang kuat. Ketika E. coli terinfeksi, LPS akan diakui oleh sistem imun melalui Toll-like receptor 4 (TLR4), yang menyebabkan aktivasi jalur inflamasi dan produksi sitokin pro-inflamasi. Proses ini dapat menyebabkan gejala klinis seperti demam, penurunan nafsu makan, dan dalam kasus yang lebih parah, dapat berkontribusi pada perkembangan sepsis.
LPS adalah komponen utama dari dinding sel bakteri Gram negatif yang dikenal sebagai endotoksin kuat yang mampu menginduksi respons inflamasi sistemik pada hewan maupun manusia. LPS mengaktivasi Toll-like receptor 4 (TLR4) yang memicu pelepasan sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6, serta meningkatkan rekrutmen sel-sel imun, termasuk neutrofil, ke jaringan yang terinfeksi atau terinflamasi. Infiltrasi neutrofil ini dapat berperan dalam melawan infeksi, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan jaringan jika berlebihan . Pada model hewan, pemberian LPS sering digunakan untuk meniru kondisi inflamasi akut dan mempelajari mekanisme kerusakan jaringan akibat respons imun berlebih.
Likopen merupakan karotenoid yang banyak ditemukan pada tomat dan buah-buahan berwarna merah lainnya, memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dan sifat anti-inflamasi. Penelitian telah menunjukkan bahwa likopen dapat mengurangi produksi sitokin pro-inflamasi dan menghambat aktivasi jalur NF-κB, salah satu jalur penting yang diaktifkan oleh LPS dan berperan dalam meregulasi gen-gen yang berhubungan dengan inflamasi. Likopen juga telah terbukti mengurangi stres oksidatif dengan menetralkan spesies oksigen reaktif (ROS), yang secara tidak langsung dapat mengurangi rekrutmen dan infiltrasi neutrofil ke jaringan yang terinflamasi.
Infiltrasi neutrofil yang berlebihan sering kali dikaitkan dengan kerusakan jaringan melalui pelepasan enzim proteolitik dan ROS oleh neutrofil. Kondisi ini sering ditemukan pada penyakit inflamasi kronis seperti penyakit jantung, penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK), dan bahkan kanker. Oleh karena itu, pengendalian infiltrasi neutrofil dengan cara mengurangi inflamasi yang diinduksi oleh LPS merupakan target penting dalam terapi berbagai penyakit inflamasi.
Likopen dilaporkan mampu menekan peningkatan neutrofil di jaringan paru-paru tikus yang diberi LPS melalui pengurangan sitokin pro-inflamasi dan ROS. Meskipun demikian, mekanisme pasti dari bagaimana likopen memodulasi infiltrasi neutrofil masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efek pemberian likopen pada infiltrasi neutrofil yang diinduksi oleh LPS, serta untuk mengidentifikasi mekanisme yang mungkin terlibat dalam proses tersebut.
Tujuan penelitian ini untuk mengamati efek anti radang (inflamasi) likopen dalam menekan netrofil akibat paparan LPSpada mencit (mus musculus). Penelitian eksperimental laboratoris ini menggunakan mencit jantan sejumlah 25 ekor dengan umur 3 bulan dan BB ± 25 g “ 35 g dibagi menjadi lima kelompok dengan lima kali ulangan. C(-) adalah kelompok control: tanpa diberikan LPS dan likopen. C(+): diberikan LPS 0.042 mg/kg tanpa diberikan likopen. P1: diberikan LPS 0.042 mg/kg dan likopen sebesar 0.3 mg/Kg. P2: diberikan LPS 0.042 mg/kg dan likopen sebesar 0.6 mg/Kg. P3: diberikan LPS 0.042 mg/kg dan likopen sebesar 0.9 mg/Kg. LPS di berikan pada hari ke-1 dan ke-8 secara intraperitoneal dan lipoken diberikan setiap hari selama 14 hari. Pemeriksaan kadar MDA menggunakan metode ELISA dan analisis data menggunakan Uji Kruskall Wallis dan dilanjutkan Uji Mann-Whitney (p<0.05). Pemberian paparan LPS meningkatkan sangat nyata jumlah netrofil (p<0.05) dan pemberian likopen dapat menurunkan jumlah netrofil sangat nyata (p<0.05) hingga pada batas kadar normal seperti kontrol (-) pada semua dosis/kelompok. Pemberian paparan LPS terbukti meningkatkan jumlah netrofil dan pemberian likopen dapat menurunkan jumlah netrofil hingga pada batas kadar normal pada semua dosis/kelompok.
Penulis: Widjiati
Publikasi di jurnal: Journal of Advanced Research and Reviews (WJARR)
Link Artikel:
Link Jurnal:





