Kebanyakan bahan obat memiliki sifat yang sulit larut, padahal untuk dapat diserap oleh sistem pencernaan kita, obat harus memiliki kelarutan tertentu. Ada banyak metode yang dapat meningkatkan kelarutan dari bahan aktif kefarmasian, salah satunya adalah dengan pembuatan kokristal. Asam parametoksisinamat (APMS) merupakan senyawa turunan etil p-metoksisinamat yang dapat diperoleh di alam. APMS memiliki sifat farmakologis yang sangat baik. Akan tetapi, dalam aplikasinya sebagai bahan obat, APMS memiliki kelarutan air yang rendah.
Dalam penelitian ini, kami mencoba meningkatkan kelarutan air APMS menggunakan strategi pembentukan kokristal, yaitu kokristalisasi. Penggunaan kafein sebagai koformer yang dapat berinteraksi dengan sangat baik dengan APMS melalui ikatan non-kovalen dan interaksi Van der Waals untuk membentuk kokristal yang stabil. Kokristal APMS-kafein ini telah berhasil disintesis dengan berbagai teknik sintesis, yaitu campuran fisik, penguapan pelarut, dan radiasi gelombang mikro. Dari hasil uji kelarutan, kokristal yang disintesis dengan metode radiasi gelombang mikro dan penguapan pelarut, mengalami peningkatan kelarutan, masing-masing sekitar 3,30 dan 3,12 kali. Pada profil laju disolusi kokristal tersebut meningkat masing-masing 2,50 dan 2,39 kali, dibandingkan dengan APMS murni.
Temuan kami menjelaskan pentingnya strategi pembentukan kokristal untuk meningkatkan kelarutan bahan aktif APMS. Strategi ini juga dapat digunakan sebagai formulasi standar sistem obat baru dengan kelarutan dan disolusi yang sangat baik yang sangat penting bagi industri farmasi.
Penulis: Prof. Dr. Dwi Setyawan, S.Si., M.Si., Apt
Link:
Baca juga: Luvunga Scandens sebagai Sumber Obat Antimalaria Potensial





