Flavonoid merupakan kelompok metabolit sekunder tanaman yang luar biasa dan telah dipelajari secara luas karena potensinya untuk melawan efek berbahaya dari toksisitas timbal asetat, yang menginduksi apoptosis dan kerusakan oksidatif pada berbagai jaringan manusia. Peran flavonoid meliputi sitotoksik, antikanker, antiinflamasi, antivirus, antibakteri, kardioprotektif, hepatoprotektif, neuroprotektif, antimalaria, dan antiamoeba. Hal ini disebabkan oleh mekanisme penangkapan radikal bebas, kemampuan kelasi logam, dan aktivitas pengikatan protein yang sangat akurat.
Di antara flavonoid ini, antosianin mendominasi komposisi fenolik dalam Solanum betaceum. Antosianin seperti sianidin, delphinidin, dan pelargonidin rutinosida telah ditemukan dalam Solanum betaceum dari Brasil, Kolombia, Ekuador, dan Selandia Baru. Antosianin adalah flavonoid yang larut dalam air yang umumnya digunakan sebagai pigmen pewarna yang banyak terdapat dalam buah-buahan dan sayuran. Antosianin mengeliminasi radikal reaktif melalui transfer atom hidrogen. Dari latar belakang di atas, Dr. Reny I檛ishom, M.Si dari Fakultas Kedokteran 51动漫 bersama tim melakukan penelitian efek protektor ekstrak terong Belanda (Solanum betaceum) terhadap apoptosis testis mencit yang diinduksi timbal asetat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil histologis apoptosis, ekspresi Caspase-3, dan superoksida dismutase (SOD) pada testis mencit yang terpapar timbal asetat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang efek perlindungan testis dengan pemberian Solanum betaceum dan mengeksplorasi kemungkinan penggunaannya dalam menurunkan tingkat infertilitas.
Metode: Penelitian eksperimental kelompok kontrol pasca-uji dilakukan pada mencit Balb/c. Tiga puluh lima mencit jantan berusia 12 minggu dibagi secara acak menjadi 5 kelompok: dua kelompok kontrol (K-, K+) dan tiga kelompok perlakuan (P1, P2, P3). Kelompok K- menerima air suling, dan kelompok K+ menerima 75 mg/kg timbal asetat. Kelompok P1, P2, dan P3 masing-masing menerima 100, 200, dan 400 mg/kg ekstrak Solanum betaceum selama 35 hari, dan pada hari keempat, diberikan timbal asetat 75 mg/kg satu jam setelah pemberian ekstrak Solanum betaceum melalui sonde. Efek ekstrak Solanum betaceum terhadap stres oksidatif yang diinduksi timbal pada mencit ditentukan oleh ekspresi apoptosis testis mencit menggunakan uji terminal deoxynucleotidyltransferase-mediated dUTP nick end labeling (TUNEL), ekspresi caspase-3, dan SOD.
Hasil: Ekstrak Solanum betaceum pada dosis 400 mg/kg menunjukkan apoptosis dan ekspresi SOD yang mirip dengan kelompok kontrol negatif (K-). Khususnya, ekspres caspase-3 pada kelompok perlakuan menunjukkan ekspresi yang lebih rendah daripada kelompok kontrol negatif meskipun telah diinjeksi timbal asetat. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak Solanum betaceum menunjukkan aktivitas antioksidan dan melindungi sistem reproduksi dengan menghambat timbal asetat untuk menginduksi kerusakan oksidatif dan kerusakan testis.
Judul Artikel: Protective Effects of Tamarillo (Solanum betaceum) Extract Against Apoptosis in Lead Acetate-Induced Mice Testicular Damage
Penulis : Reny I檛ishom, Agustinus Agustinus, Siti Khaerunnisa, Cinta Ayu Abutari, Yeti Mareta Undaryati, Andri Rezano, Ria Margiana, Wildan Maulana Ishom Putra
Link Artikel:





