Maloklusi ditandai dengan posisi gigi yang tidak normal, ketidakharmonisan, dan pertumbuhan tulang kraniofasial yang tidak mencukupi. Ortodontis memainkan peran penting dalam mendiagnosis maloklusi dan merawat pasien untuk perawatan ortodonti dini guna memastikan perawatan kesehatan yang komprehensif bagi pasien. Pergerakan gigi ortodontik (OTM) mengacu pada proses pergerakan gigi di dalam rahang untuk meningkatkan fungsi estetika dan stomatognatik. Hal ini mendorong dokter gigi ortodonti untuk mempelajari dasar-dasar OTM dengan tujuan mengurangi dan mengoptimalkan waktu perawatan, sehingga meningkatkan kepuasan pasien.
Salah satu cara potensial yang sedang diselidiki adalah penerapan sel punca mesenkim (MSC) untuk meningkatkan remodeling tulang alveolar dan mengoptimalkan kinerja OTM. MSC memiliki kemampuan untuk mempengaruhi polarisasi makrofag dengan melepaskan berbagai zat biologis dan imunoregulasi, sehingga memfasilitasi remodeling tulang. Lebih jauh lagi, sel induk ligamen periodontal (PDLSCs) telah terbukti mengatur polarisasi makrofag sebagai respons terhadap rangsangan mekanis, sehingga mendorong remodeling tulang dan memfasilitasi OTM.
Pengaktif reseptor faktor nuklir Ligan kappa-B (RANKL) diketahui merangsang osteoklastogenesis dan osteoklas pematangan melalui berbagai jalur enzimatik yang dimediasi oleh Pengaktif reseptor faktor nuklir kappa-B (RANK), yang merupakan reseptor eksklusif yang terdapat pada prekursor osteoklas. Di sisi lain, Osteoprotegrin (OPG) adalah protein yang bertindak sebagai reseptor umpan untuk RANKL. Fungsinya menghambat resorpsi tulang dengan cara berikatan dengan RANKL dan mencegah interaksinya dengan RANK. Berdasarkan informasi sebelumnya, tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan ekspresi OPG, RANK, dan RANKL pada sisi kompresi dan tegangan tulang alveolar selama OTM setelah pemberian GMSC alogenik in vivo dalam kondisi hipoksia atau normoksik.
Pada penelitian ini dijumpai ekspresi RANKL dan OPG diamati pada sisi kompresi dan tegangan pada kelompok normoksia OTM + GMSC, serta pada kelompok hipoksia OTM + GMSC, dengan kromogen coklat yang menunjukkan osteoblas, diamati pada perbesaran 400脳 dan 1000x menggunakan a mikroskop cahaya. Pada hari ke 28, kelompok hipoksia OTM + GMSC menunjukkan tingkat ekspresi RANKL tertinggi. Sebaliknya, pada hari ke 7, kelompok normoksia OTM + GMSC menunjukkan tingkat ekspresi RANKL terendah pada sisi kompresi.
Terdapat perbedaan bermakna ekspresi RANKL sisi kompresi antara kelompok normoksia OTM+GMSC dengan kelompok hipoksia OTM+GMSC pada hari observasi. Selain itu, pada hari ke-14, kelompok hipoksia OTM + GMSC memiliki ekspresi RANKL tertinggi, sedangkan kelompok normoksia OTM + GMSC menunjukkan ekspresi RANKL terendah pada sisi ketegangan. Perbedaan yang signifikan dalam ekspresi RANKL pada sisi ketegangan diamati antara kelompok normoksia OTM+GMSC dan kelompok hipoksia OTM+GMSC pada hari observasi.
Pada hari ke 14, kelompok normoksia OTM + GMSC menunjukkan tingkat ekspresi OPG tertinggi. Sebaliknya, pada hari ke 7, kelompok hipoksia OTM + GMSC menunjukkan tingkat ekspresi OPG terendah pada sisi kompresi. Terdapat perbedaan bermakna ekspresi OPG sisi kompresi antara kelompok normoksia OTM+GMSC dengan kelompok hipoksia OTM+GMSC pada hari observasi. Sebaliknya, ekspresi OPG pada area tarik dijumpai tertinggi pada kelompok hipoksia OTM+GMSC pada hari ke-14, sedangkan terendah pada kelompok normoksia OTM+GMSC pada hari yang sama.
Perbedaan yang signifikan dalam ekspresi OPG pada sisi ketegangan diamati antara kelompok normoksia OTM + GMSC dan kelompok hipoksia OTM + GMSC pada hari observasi. Pada penelitian ini didapatkan ekspresi RANK pada daerah stres tertinggi pada kelompok hipoksia OTM+GMSC pada hari ke-14 dan terendah pada kelompok normoksia OTM+GMSC pada hari ke-28. pada sisi kompresi diamati antara kelompok normoksia OTM+GMSC dan kelompok hipoksia OTM+GMSC.
Selain itu, ekspresi RANK tertinggi pada kelompok normoksia OTM+GMSC pada hari ke 14 dan 28, dan terendah pada kelompok hipoksia OTM+GMSC pada hari ke 7 dan 14. Tidak terdapat perbedaan signifikan ekspresi RANK pada sisi ketegangan antara kelompok OTM+ Kelompok normoksia GMSC dan kelompok hipoksia OTM + GMSC pada hari observasi Dapat disimpulkan bahwa ekspresi RANK-RANKL meningkat secara signifikan pada sisi kompresi tulang alveolar selama OTM setelah aplikasi GMSC alogenik prakondisi hipoksia, sedangkan tidak ada perubahan signifikan diamati pada sisi ketegangan. Sebaliknya, analisis imunohistokimia menunjukkan peningkatan ekspresi RANKL-OPG pada sisi tegangan tetapi tidak pada sisi kompresi.
Penulis: Diah Savitri Ernawati, Alexander Patera Nugraha
Link:





