Kambing kacang dipelihara oleh masyarakat di pedesaan sebagai sumber tambahan penghasilan. Kambing kacang merupakan salah satu jenis ternak asli Indonesia yang banyak dikawinsilangkan dengan kambing impor, misalnya kambing Kacang dengan kambing Ettawa (dari India) menghasilkan kambing Peranakan Ettawa kambing Kacang dengan kambing Boer (dari Afrika Selatan) menghasilkan kambing Boercang, dan sebagainya. Keberadaan sumber daya genetic kambing Kacang dapat terancam punah apabila persilangan dengan kambing impor tersebut tidak terkendali, sehingga diperlukan upaya untuk melindunginya. Teknik inseminasi buatan diharapkan dapat meningkatkan mutu genetic dan populasi, sekaligus melestarikan plasma-nutfah kambing Kacang. Sperma beku merupakan pilihan yang tepat untuk inseminasi buatan pada kambing. Sperma beku dapat digunakan hingga lebih dari dua puluh tahun setelah pengumpulan sperma dari pejantan dan dapat dipergunakan untuk melayani akseptor inseminasi buatan di area yang luas, bahkan dapat diekspor. Namun, sperma beku kambing kacang sampai saat ini belum tersedia, tidak seperti sperma beku sapi yang sudah dapat menjangkau pelosok pedesaan untuk layanan inseminasi buatan oleh inseminator.
Proses pembuatan sperma beku kambing lebih sulit dibandingkan pembuatan sperma beku sapi, karena sperma kambing lebih sensitive terhadap kejutan dingin. Penelitian kami sebelumnya menemukan bahwa motilitas sperma segar kambing Kacang adalah sekitar 90%. Namun, setelah dibekukan kemudian dicairkan kembali, disiapkan untuk inseminasi buatan, motilitas sperma hanya tinggal 38,50% 卤 0,70%. Angka tersebut tidak laik pakai, sebab motilitas sperma pasca pencairan kembali yang akan digunakan untuk inseminasi buatan harus lebih dari 40%. Penurunan motilitas sperma tersebut adalah disebabkan karena dihasilkannya radikal bebas selama proses pembekuan dan pencairan kembali. Untuk itu, diperlukan tambahan antioksidan kedalam bahan pengencer sperma kambing yang akan dibekukan. Ekstrak teh hijau mengandung epigallocatechin-3-gallate, yang merupakan antioksidan yang lebih kuat dibandingkan vitamin C maupun vitamin E. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis efektif ekstrak the hijau dalam bahan pengencer untuk mendapatkan kualitas sperma terbaik. Selain itu, kami berusaha untuk mengetahui mutasi asam amino sperma kambing Kacang dan korelasinya dengan parameter kualitas sperma.
Penelitian ini dilakukan di Balai Inseminasi Buatan Daerah milik 51动漫 yang terletak di Taman Ternak Pendidikan di Desa Tanjung Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik, dan Animal Disease Diagnostic Laboratory Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya. Pendanaan penelitian ini berasal dari 51动漫 dengan nomor kontrak: 360/UN3.14/PT/2021, dan disetujui oleh Komisi Etika Penelitian, dengan sertifikat kelaikan etika penelitian No 520/HRECC.FORM/VII/2019. Para peneliti terdiri atas Prof. Dr. Suherni Susilowati, drh., M.Kes., Prof. Dr. Imam Mustofa drh., M.Kes., Prof. Dr. Wurlina drh., MS., Dr. Tatik Hernawati, drh., M.Si., dari Divisi Reproduksi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫. Kerjasama penelitian dilakukan dengan Prof. Dr. Djoko Agus Purwanto, Apt., M.Si. Departemen Kimia Farmasi, Fakultas Fakultas Farmasi 51动漫, dan Yudit Oktanella, drh., M.Si, alumni 51动漫 yang menjadi staf pengajar dan peneliti di Departemen Reproduksi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya.
Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang mengamati mutasi asam amino sebagai parameter kualitas sperma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sperma kambing Kacang yang dibekukan dalam bahan pengencer yang mengandung ekstrak teh hijau 0,10 mg per 100 mL menghasilkan kualitas sperma terbaik dan mutasi asam amino terendah. Temuan ini dapat dimanfaatkan oleh Balai Inseminasi Buatan di Indonesia untuk memproduksi sperma beku pejantan kambing Kacang untuk inseminasi buatan, yang kemudian dapat diterapkan secara masif di lapangan untuk meningkatkan populasi dan kualitas genetik kambing kacang sekaligus untuk mencegah risiko kepunahan.
Penulis: Prof. Dr. Imam Mustofa, drh., M.Kes. (Corresponding author)
Disarikan dari artikel:
Research article
Susilowati, S.; Mustofa, I.; Wurlina, W.; Hernawati, T.; Oktanella, Y.; Soeharsono, S.; Purwanto, D.A. Green Tea Extract in the Extender Improved the Post-Thawed Sperma Quality and Decreased Amino Acid Mutation of Kacang Pejantan Sperm. Vet. Sci. 2022, 9, 403.
Artikel ilmiah hasil penelitian ini sudah terbit pada jurnal Veterinary Sciences (), suatu jurnal internasional bereputasi, terindeks Scopus Q1/H index= 19/SCImago Journal Rank (SJR): 0.52/Cite Score: 2.6/Impact Factor: 2.314. Artikel dapat di akses melalui tautan:





