51动漫

51动漫 Official Website

Entrepreneur Masterclass, KPMW UNAIR Dorong Mahasiswa Jadi Wirausaha Muda Era Digital

Program KPMW UNAIR Entrepreneur Masterclass bertajuk Level Up Marketing: Entrepreneurship Goes Smart di Era 5.0 sukses digelar, Sabtu (31/5/2025) melalui Zoom Meeting. (Foto: Istimewa).
Program KPMW UNAIR Entrepreneur Masterclass bertajuk Level Up Marketing: Entrepreneurship Goes Smart di Era 5.0 sukses digelar, Sabtu (31/5/2025) melalui Zoom Meeting. (Foto: Istimewa).

UNAIR NEWS – Komunitas Program Mahasiswa Wirausaha () 51动漫 (UNAIR) kembali menghadirkan semangat kewirausahaan Entrepreneur Masterclass. Kali ini, kegiatan tersebut mengusung tajuk Level Up Marketing: Entrepreneurship Goes Smart di Era 5.0. Gelar webinar itu sukses terselenggara, pada Sabtu (31/5/2025) secara daring melalui Zoom Meeting.

Topik webinar berusaha membahas lebih dalam tentang integrasi teknologi digital dalam dunia bisnis dan pemasaran. Selain itu, turut mengupas pula strategi membangun usaha yang berkelanjutan di tengah arus disrupsi era Society 5.0.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Zaura Jiavana Puspita Sumarno, selaku wakil ketua KPMW UNAIR 2025. Pada sambutannya, Zaura menekankan pentingnya kegiatan itu sebagai motivasi dan wadah belajar yang aplikatif bagi calon wirausaha muda. 

淗arapannya, teman-teman bisa mengambil ilmu dari pemateri sebanyak-banyaknya dan menerapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari sebagai smart entrepreneur, ujarnya.

Sementara itu, Nadira Maysa Suryanto, fashionpreneur, digital marketer sekaligus Co-founder Level Garment dan Manager Marketing Partnership di PT. Vido Garment Indonesia. Melalui paparannya, Nadira membagikan pandangan tajam mengenai karakteristik entrepreneur masa kini, terutama dalam menghadapi dinamika era Society 5.0. 

淗idup di zaman sekarang, pintar saja tidak cukup teman-teman. Kita harus pintar-pintar dalam membaca peluang, tegas Nadira.

Ia menjelaskan bahwa era Society 5.0 merupakan fase baru kehidupan masyarakat yang human-centered, yang mana teknologi seperti AI, IoT, big data, hingga robotika hadir untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan malah menggantikannya.

Untuk itu, Nadira memperkenalkan rumus SMART sebagai kunci bertahan dan berkembang di dunia bisnis melalui strategic thinking, market-oriented, adaptive to technology, relatable value dan branding, serta tactical timing. 淜alau teman-teman punya ide secemerlang apapun tanpa eksekusi, ya, sama saja hanya ada di otak dan kertas. Begitu juga dalam bisnis, harus kenal audiensmu, dengar kebutuhan mereka, lalu masuk dengan strategi dan waktu yang tepat, tambah Nadira.

Dalam sesi sharing, ia turut membagikan studi kasus dari bisnisnya, Level Garment, yang berhasil membaca tren pasar dan menjadikan produk jersey baseball sebagai konten viral. Kolaborasi antar tim, respon cepat terhadap permintaan konsumen, serta kejelian dalam memanfaatkan momentum menjadi kunci keberhasilannya.

Lebih lanjut, Nadira mendorong mahasiswa untuk membentuk tim yang solid dan saling menghargai. Menurutnya, teknologi bisa menjadi kendaraan, tetapi manusia tetap menjadi penggeraknya. Ia menekankan pentingnya membangun jejaring, mencari mentor, dan terus belajar dari lapangan.

 淛angan andalkan Google atau ChatGPT saja. Temui orang-orang, diskusikan ide, gali pengalaman nyata, pungkasnya.

Perlu diketahui, komunitas KPMW berada di bawah naungan Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni () UNAIR. Program-program yang tersedia, aktif menyebarluaskan semangat wirausaha di kalangan mahasiswa melalui webinar bulanan, pelatihan, dan jejaring bisnis dengan praktisi di berbagai bidang. Program Entrepreneur Masterclass menjadi agenda rutin KPMW UNAIR, yang dirancang sebagai sarana edukatif dan inspiratif bagi mahasiswa mengembangkan potensi kewirausahaan.

Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah
Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT