51动漫

51动漫 Official Website

Evaluasi Bifidobacterium sp dan Guazuma ulmifolia sp pada Produksi Telur Burung Puyuh

Ilustrasi telur puyuh. (Sumber: gridID)

Keberhasilan usaha peternakan unggas sangat erat kaitannya dengan faktor-faktor seperti kualitas pakan dan manajemen kesehatan. Budidaya Puyuh Jepang (Coturnix coturnix japonica) terjadi secara luas karena produksi telurnya yang tinggi. Produksi telur burung puyuh dalam setahun berkisar antara 200-300 butir untuk setiap ekor puyuh. Beberapa faktor yang mempengaruhi produksi telur puyuh antara lain konsumsi pakan dan komposisi nutrisi dari pakan burung puyuh.

ikan sapu
BURUNG Puyuh Jepang saat masa percobaan oleh tim mahasiswa FKH UNAIR. (Foto: Dok PKM-PE)

Pakan merupakan salah satu faktor utama unggas dalam menentukan hasil produksi. Sekitar 60-70% dari biaya (total biaya produksi) untuk budidaya burung puyuh adalah untuk biaya pakannya, jumlah ini terbilang tinggi dan masih menjadi salah satu permasalahan utama dunia perunggasan secara global. Tingginya biaya untuk pakan membuat peternak menggunakan Antibiotic Growth Promoters (AGP) yang dapat mengoptimalkan produktivitas. AGP adalah salah satu feed additive untuk meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas pakan. Namun, ada pelarangan penggunaan AGP karena dampak negatifnya, yaitu dapat menimbulkan residu pada produk hewan sehingga menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotik.

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek penggunaan probiotik Bifidobacterium sp. dan ekstrak daun Guazuma ulmifolia ke dalam air minum terhadap performans produksi burung puyuh yang meliputi konsumsi pakan, feed conversion ratio (FCR), dan quail day production (QDP). Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap dengan 96 ekor puyuh betina (Coturnix coturnix-japonica). Peneliti akan membagi burung puyuh secara acak ke dalam empat perlakuan. Masing-masing terdiri dari empat ekor puyuh Setiap perlakuan akan berlasung enam kali. Peneliti akan memberikan dosis yang berbeda dari Bifidobacterium sp. dan ekstrak daun Guazuma ulmifolia pada setiap perlakuan. Pengambilan data dilakukan pada minggu terakhir penelitian. Peneliti akan mengevaluasi untuk mengevaluasi hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 2 ml/liter Bifidobacterium sp. dan ekstrak daun Guazuma ulmifolia pada air minum dapat memperbaiki konsumsi pakan, feed conversion ratio (FCR), dan meningkatkan produksi puyuh (QDP).

Link:

BACA JUGA: Prevalensi multirug-resistance dan Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL pada air limbah peternakan sapi perah Jawa Timur

AKSES CEPAT