Tanaman tingkat tinggi merupakan sumber berlimpah berbagai senyawa kimia seperti yang dimanfaatkan manusia sebagai pemberi rasa, aroma, juga sebagai pigmen alami, pestisida, dan obat-obatan. Senyawa-senyawa kimia tersebut dikelompokkan dalam senyawa metabolit sekunder. Gynura procumbens (Famili Asteraceae) atau yang biasa disebut dengan Sambung Nyawa merupakan tanaman herbal yang sudah umum di masyarakat dimanfaatkan sebagai obat tradisional yang diwariskan secara turun temurun dan tersebar di Malaysia, Indonesia dan Thailand.
Bagian yang digunakan dari tanaman sambung nyawa meliputi daun, akar, batang, dan umbi (Utami, 2008). Secara ilmiah, telah dibuktikan bahwa G. procumbens memiliki aktivitas antihiperglikemik dari ekstrak 25% etanol daun dengan dosis harian yang dapat dikonsumsi sebesar 700 mgKg-1. Selain itu melaporkan bahwa ekstrak etanolik (25-500 µgL-1) tanaman G. procumbens (Lour.) Merr. dapat menghambat proliferasi sel kanker payudara. Kombinasi ekstrak etanolik tanaman ini dan Doxorubicin (Dox) dapat meningkatkan efikasi kerja Dox dan mengurangi efek Dox terhadap sel normal penderita kanker payudara. Dox merupakan bahan kimia yang digunakan dalam kemoterapi pada penderita kanker payudara.
Produksi senyawa bioaktif tanaman untuk memenuhi kebutuhan industri obat dengan menggunakan sistem bioreaktor bergelembung tipe balon perlu dilakukan optimasi stress baik secara kimia maupun fisika. Pemberian variasi sukrosa pada mikropropagasi G. procumbens menggunakan sistem bioreaktor bergelembung tipe balon digunakan sebagai stress nutrisi. Pemberian kadar sukrosa tertentu pada kultur in vitro dapat berpengaruh terhadap pembentukan metabolit sekunder dan berpengaruh terhadap perubahan ekspresi gen. Sukrosa merupakan pengkode gen yang dapat meningkatkan ekspresi gen biosintesis flavonoid, seperti phenylalanine ammonialyase (PAL), chalcone synthase (CHS), chalcone isomerase (CHI) and isoflavone synthase (IFS). Kerapatan eksplan berpengaruh terhadap pertumbuhan tunas dan kandungan flavonoid tunas G. procumbens dalam bioreaktor bergelembung tipe balon. Biomassa tertinggi diperoleh pada perlakuan kerapatan 10 eksplan. Perlakuan kerapatan 5 eksplan baik untuk produksi tunas. Produksi flavonoid total tertinggi diperoleh pada perlakuan 5 eksplan. Masing-masing perlakuan kerapatan eksplan membentuk noda kromatogram yang berbed-beda.
Penulis: Yosephine Sri Wulan Manuhara, Ira Naila Saadah, Alfinda Novi Kristanti
Jurnal:





