51动漫

51动漫 Official Website

Evaluasi Klinis Pasien dengan Tipe Kulit Asia pada Penderita Psoriasis

Evaluasi Klinis Pasien dengan Tipe Kulit Asia pada Penderita Psoriasis
Sumber: Primaya Hospital

Psoriasis adalah suatu penyakit autoimun kronis berulang yang dapat menyerang pria maaupun wanita dari semua ras. Psoriasis dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor imunologi, genetik, gaya hidup, serta faktor lingkungan seperti merokok, obat-obatan, infeksi, dan cuaca. Psoriasis bermanifestasi pada kulit sebagai plak merah tebal dengan batas teratur, tertutup oleh lapisan bersisik perak. Prevalensi psoriasis bervariasi di setiap negara, namun diperkirakan berkisar antara 0,09-11,4% dari seluruh populasi dunia. Di Indonesia, estimasi prevalensi pada tahun 2010 berkisar antara dua hingga enam juta pasien, dan 1-3% pasien memerlukan perawatan di rumah sakit. Sejak tahun 2016 hingga 2018, tercatat sebanyak 208 pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo Surabaya, atau sekitar 0,46% dari dari total pasien di Poliklinik Rawat Jalan Departemen Dermatovenereologi. Tingkat keparahan klinis psoriasis dapat diklasifikasikan berdasarkan luasnya permukaan tubuh permukaan tubuh (BSA) yang terkena atau indeks keparahan psoriasis indeks keparahan area psoriasis (PASI). PASI adalah sistem penilaian yang diterapkan secara luas sistem penilaian yang menghitung kemerahan, ketebalan, dan sisik pada lesi kulit.

Pemilihan pengobatan untuk psoriasis tipe plak dipertimbangkan berdasarkan tingkat keparahan penyakit. Penggunaan skor PASI sebagai alat penilaian yang paling sering digunakan untuk menentukan tingkat keparahan psoriasis. Skor PASI digunakan untuk mengevaluasi perbaikan klinis setelah pengobatan fototerapi NBUVB.  Berdasarkan skor PASI, psoriasis tipe plak diklasifikasikan diklasifikasikan sebagai ringan, sedang, dan berat. Psoriasis derajat ringan didefinisikan sebagai skor PASI kurang dari 5, derajat sedang berkisar antara 5 hingga 10, dan derajat parah adalah skor di atas 10. Dalam tatalaksana psoriasis, fototerapi dikenal sebagai tatalaksana yang efektif untuk psoriasis. Sebuah studi oleh Fischer pada tahun 1977 menemukan efikasi penggunaan cahaya dengan panjang gelombang 254-405 nm sebagai pengobatan psoriasis. Narrowband ultraviolet B (NBUVB) mengacu pada panjang gelombang cahaya sebesar 311-313 nm, yang aman bagi manusia. Panjang gelombang tersebut diketahui efektif untuk pengobatan psoriasis tipe plak untuk dewasa dan anak-anak. NBUVB juga dikenal lebih efektif dibandingkan jenis lain seperti broadband ultraviolet B (BB-UVB) dan dianggap lebih aman daripada psoralen dengan radiasi ultraviolet A (PUVA). NBUVB bekerja dengan memengaruhi sel Langerhans kulit, menghambat presentasi antigen ke sel T, dan menurunkan ekspresi sitokin, terutama sel Th17, yang sangat penting dalam patogenesis psoriasis. Fototerapi jenis NBUVB dapat menginduksi apoptosis pada sel T dan menekan aktivitas keratinosit, yang berkontribusi pada efek imunomodulatornya. Menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia Pedoman Venereologi Indonesia, NBUVB diindikasikan untuk psoriasis tipe plak sedang sampai   berat atau pasien yang tidak merespons terhadap pengobatan topikal. Kombinasi terapi NBUVB dan metotreksat (MTX) diketahui lebih efektif daripada terapi tunggal seperti NBUVB atau MTX saja.

Tatalaksana psoriasis dinyatakan berhasil jika tujuan perbaikan klinis tercapai, salah satunya tercapainya skor PASI-75. Pada penelitian ini penurunan skor PASI yang menunjukkan hasil yang signifikan, dengan 17,9% pasien mencapai PASI-75 dengan rata-rata 31,54 sesi NBUVB. NBUVB dianggap aman, dengan risiko karsinogenesis minimal, sehingga cocok untuk populasi yang rentan seperti anak-anak dan wanita hamil. Terapi kombinasi NBUVB dengan metotreksat (MTX) menghasilkan perbaikan klinis yang lebih baik dibandingkan monoterapi dengan NBUVB saja. Kombinasi ini sangat bermanfaat bagi pasien dengan tipe kulit Fitzpatrick III dan IV, sesuai dengan penelitian di negara-negara Asia lainnya. Studi serupa di India dan Vietnam menunjukkan bahwa kombinasi NBUVB dan MTX lebih efektif daripada monoterapi, tanpa efek samping yang serius yang dilaporkan. Efek samping yang paling umum adalah ringan, seperti gatal dan eritema. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fototerapi dengan narrowband ultraviolet B (NBUVB) lebih bermanfat untuk menurunkan derajat keparahan psoriasis tipe plak pada pasien dengan ras Asia. Kombinasi metotreksat dan NBUVB memiliki efikasi yang lebih baik.

Penulis : dr. Menul Ayu Umborowati,Sp.DVE,Subsp.DAI

Link:

Baca juga: Manfaat Suplementasi Lactiplantibacillus Plantarum IS-10506

AKSES CEPAT