Penuaan kulit merupakan suatu proses degeneratif yang secara umum terjadi seiring bertambahnya usia seseorang. Penuaan kulit dapat menyebabkan terjadinya penurunan kadar elastisitas, hingga menyebabkan kulit yang tampak kusam. Penuaan kulit sering kali mempengaruji kesehatan pasien dan juga level kepercayaan diri seseorang. Terdapat beberapa faktor ekstrinsik yang dapat menyebabkan terjadinya penuaan dini yang lebih cepat termasuk faktor lingkungan dan gaya hidup. Paparan sinar matahari atau dapat juga disebut dengan photoaging merupakan sala satu poin penting yang mempengaruhi kejadian dari penuaan kulit. Photoaging dapat menyebabkan terjadinya kerutan halus, kulit yang kasar, pelebaran pembuluh darah, hingga perubahan pigmentasi kulit.
Faktor lainnya yang dapat mempengaruhi penuaan kulit adalah paparan polusi yang berlebihan. Paparan polusi dikatakan berbahaya terhadap kulit manusia yang dapat menyebabkan penuaan kulit dan juga proses peradangan pada kulit. Dikatakan bahwa paparan polusi dapat manjadi suatu bahan ROS yang kemudian menyebabkan terjadinya karbonilasi protein hingga apoptosis, dan kerusakan DNA. Namun hubungan langsung antar keduanya masih belum dapat dipastikan. Begitu pula dengan pola konsumsi nutrisi yang kurang baik, dan juga merokok dapat mempengaruhi kejadian dari penuaan kulit. Penggunaan sunscreen manjadi salah satu poin penting yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penuaan kulit.
Gambaran klinis dari penuaan kulit dapat beragam antar satu individu dengan individu yang lainnya dipengaruhi oleh faktor ekstrinsik serta bagaimana pengunaan sunscreen serta perawatan kulit yang digunakan oleh seseorang. Oleh karena itu salah satu upaya dalam mencegah penuaan kulit yaitu dengan penggunaan sunscreen secara rutin untuk menghindari paparan sinar UV dan polusi serta mempertahankan pola hidup yang baik.
Penulis: Dr. dr. Trisniartami Setyaningrum., Sp. DVE., Subsp. DKE
Informasi lebih lengkap dari tinjauan Pustaka ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Extrinsic risk factors for skin aging
Irene Valen Taghupia, Trisniartami Setyaningrum, dan Purwo Sri Rejeki





