Gangguan emosi pada remaja merupakan isu kesehatan mental yang semakin mendapat perhatian. Data WHO tahun 2022 menunjukkan bahwa sekitar 970 juta orang di seluruh dunia hidup dengan gangguan mental, termasuk kecemasan dan depresi. Kondisi emosi yang buruk pada remaja putri dapat memengaruhi kesehatan fisik mereka, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur. Faktor lingkungan, terutama peran orang tua, menjadi aspek penting dalam mendeteksi dan menangani gangguan emosi pada remaja.
Penelitian yang dilakukan di beberapa SMA di Surabaya, termasuk SMA Hidayatul Ummah, SMK Negeri 10 Surabaya, SMA Negeri 22 Surabaya, SMA Negeri 15 Surabaya, dan SMA Negeri 19 Surabaya, bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dan gangguan emosi pada remaja putri. Studi ini melibatkan 90 siswi berusia 15-17 tahun yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu responden berpendidikan hingga SMA (51,1%) dan ayah responden juga mayoritas lulusan SMA (46,7%). Dari hasil analisis, ditemukan bahwa 56,7% responden mengalami gangguan emosi. Namun, hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara tingkat pendidikan orang tua dengan gangguan emosi pada remaja putri (p-value ibu = 0,174 dan p-value ayah = 0,350).
Temuan ini menunjukkan bahwa faktor lain, seperti lingkungan sekolah dan pergaulan teman sebaya, mungkin lebih berpengaruh terhadap kondisi emosi remaja. Interaksi sosial di sekolah dan kelompok teman sebaya dapat membentuk perilaku dan sikap remaja, baik positif maupun negatif.
Meski tidak ditemukan hubungan signifikan, peran orang tua tetap penting dalam memantau kondisi emosi anak. Edukasi bagi orang tua tentang pentingnya dukungan emosional dan lingkungan yang positif perlu ditingkatkan untuk membantu remaja menghadapi tantangan psikologis.
Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi faktor lain yang berkontribusi terhadap gangguan emosi pada remaja, sehingga dapat dirancang strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif.
Penulis: Untuk informasi lebih lanjut, dapat diakses melalui link berikut:
Penulis: Astika Gita Ningrum, M.Keb
Untuk informasi lebih lanjut bisa diakses melalui link berikut:
顿翱滨:听10.30574/飞箩补谤谤.2025.25.1.0115





