UNAIR NEWS Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) 51动漫 menggelar program Pengabdian Masyarakat Internasional 2018 ke wilayah Kabupaten Blitar. Itu merupakan program kerja (proker) tahunan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKH UNAIR melalui departemen sosial masyarakat. Kali ini kegiatan itu dilangsungkan mulai Kamis (19/7) hingga Sabtu (28/7).
漈ahun lalu kegiatannya di Lumajang. Tahun ini di Blitar seperti saran dari pimpinan juga. Sebab, di Blitar, tingkat populasi ternaknya cukup besar. Baik dari hewan kecil maupun besar, ujar Devi Kurniawan selaku ketua BEM.
漇elain itu, banyak kasus yang terjadi seperti gangguan reproduksi, myasis, dan MCF, imbuhnya.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Srengat, Ponggok, dan Udanawu.
Bupati Kabupaten Blitar Drs. H. Rijanto, M.M., membuka acara dengan ditandai pemukulan gong sebanyak tiga kali. Turut menyaksikan prosesi itu jajaran Dekanat FKH UNAIR sekaligus para tamu undangan.
Selanjutnya, dilakukan penyematan topi kepada perwakilan peserta secara simbolis. Di Pendopo Sasana Adhi Praja, prosesi tersebut dilanjutkan dengan penampilan tari kreasi 淎ngkrok setempat.
Mengusung tema Together, Increase the Productivity and Quality of Animal Health for Better Blitar, kegiatan berlingkup internasional itu diikuti empat delegasi dari Korea Selatan. Mereka terdiri atas Universitas Kangwon, Universitas Konkuk, dan Universitas Chungnam. Termasuk 6 delegasi nasional dari Universitas Nusa Tenggara Barat, 6 peserta dari PSDKU UNAIR Banyuwangi, dan 274 peserta dari FKH UNAIR.
漇etiap tahun, pengmas dilakukan di tempat yang berbeda. Namun, konsepnya tetap sama. Ada sedikit perbedaan pada tahun ini, yakni adanya vaksinisasi rutin di tempat pengmas. Terutama di Kecamatan Srengat oleh dinas peternakan. Juga, terdapat laporan serta evaluasi kegiatan serempak oleh setiap peserta dari masing-masing kecamatan, jelas Devi.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pembekalan untuk praktik di lapangan, kesehatan hewan gratis, serta presentasi hasil kegiatan. Dalam persiapan kegiatan, Devi mengakui bahwa sempat terdapat kendala.
漀amun, ini saya kira wajar. Dan, ini bukan menjadi alasan bagi kami untuk tidak menjalankan proker, katanya. (*)
Penulis: Pradita Desyanti
Editor: Feri Fenoria Rifa檌





