51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Formulasi Bahan Aktif Rutin dalam Sistem Dispersi Padat Berbasis Surfaktan untuk Penghantaran Oral

IL by Kajian Pustaka

Rutin (RUT) memiliki nama kimia 3,3²,4²,5,7-pentahidroksiflavon-3-ramnoglukosida, adalah salah satu flavonoid yang banyak ditemukan dalam tanaman seperti apel dan teh. RUT adalah anggota keluarga flavonoid, senyawa polifenol alami yang memiliki berbagai aktivitas farmakologis, termasuk aktivitas antihipertensi, kardioprotektif, neuroprotektif, dan antikanker. Tantangan dalam penggunaan klinis RUT berkaitan dengan kelarutannya dalam air yang buruk (<2 μg/ml) sehingga membatasi bioavailabilitas peroralnya. Sistem klasifikasi biofarmasetika (BCS) mengklasifikasikan RUT sebagai obat Kelas II, yang ditandai dengan kelarutan dalam air yang buruk, namun baik dalam permeabilitas melalui membran seluler. Selain itu, masalah terkait disolusi telah menjadi kendala dalam kelas ini yang menyebabkan absorpsi terhambat di saluran cerna. Kondisi ini dapat menghambat potensi bahan obat untuk diproduksi dalam bentuk sediaan di industry farmasi. Oleh karena itu, meningkatkan kelarutan dan disolusi terutama untuk pemberian oral merupakan salah satu tantangan. Berbagai pendekatan telah digunakan untuk meningkatkan kelarutan air dari obat kelas II tersebut. Diantara pendekatan-pendekatan tersebut seperti kokristalisasi, kompleksasi dengan siklodextrin, dan dispersi padat memberikan hasil yang lebih menjanjikan dalam mengatasi tantangan skalabilitas produksi massal. Teknik dispersi padat ini sederhana dan hemat biaya sehingga menjadi metode yang paling disukai. Obat aktif didispersikan secara sederhana dalam matriks inerts dan hidrofilik dan membentuk keadaan padat amorf. Matriks tersebut harus mudah larut dalam air dan menghidrasi obat aktif. Pembuatan obat hidrofobik dalam dispersi padat banyak menggunakan matriks hidrofilik seperti HPMC, PEG dan PVP.

Sejalan dengan itu, penjebakan dalam matriks dispersi padat seperti poloksamer (POL) 407 dan 188 untuk meningkatkan kelarutan dan bioavailabilitas obat  merupakan salah satu yang banyak diminati. POL adalah polimer yang sangat sesuai dengan sifat-sifat tersebut. Dalam kondisi ini, keadaan amorf menunjukkan kelarutan dan disolusi yang lebih baik dibandingkan keadaan kristal. Selain itu, dispersi padat tidak hanya mengubah kristal menjadi bentuk amorf, tetapi juga mengurangi ukuran partikel obat hingga ke tingkat molekuler. POL telah digunakan untuk menghasilkan dispersi padat amorf yang homogen, stabil dan mengurangi ukuran partikel menjadi tingkat molekuler, sehingga membuat polimer ini menjadi matriks yang menjanjikan untuk formulasi dispersi padat RUT. Selain kinerja yang baik dari POL sebagai matriks berbasis surfaktan untuk meningkatkan disolusi obat, ia juga dapat meningkatkan kemampuan pembasahan sehingga banyak digunakan sebagai bahan solubilisasi. POL mengurangi tegangan permukaan yang bermanfaat dalam meningkatkan laju disolusi. Selain itu, POL dapat membentuk struktur misel yang menangkap senyawa hidrofobik seperti RUT. Selain itu, struktur molekuler RUT memiliki sejumlah besar gugus hidroksil yang dapat membentuk ikatan hidrogen dengan POL 407 dan 188, sehingga meningkatkan kelarutannya dalam air. POL 407 dan 188 dipilih sebagai matriks berbasis surfaktan serta matriks amfifilik untuk sistem dispersi padat yang dikembangkan guna mengatasi masalah kelarutan RUT. Dalam penelitian ini, karakterisasi fisikokimia merupakan aspek kunci sebagai landasan ilmiah untuk pengembangan lebih lanjut..

Studi ini bertujuan untuk mengatasi masalah ini melalui miselisasi dan penjebakan RUT dalam dispersi padat (SD) menggunakan Polokamer (POL) 407 dan 188 sebagai matriks berbasis surfaktan. Formulasi RUT/SD dibuat dalam serial konsentrasi % drug load terhadap berat total padatan. Sifat fisik dari padatan RUT/SD yang terbentuk dikarakterisasi dengan beberapa metode, meliputi mikroskopi polarisasi, analisis termal diferensial (DTA), difraktometri sinar-X (XRD), mikroskopi elektron scanning (SEM), dan tes disolusi dilakukan menggunakan alat disolusi paddle, serta sampel dianalisis dengan spektrofotometri UV. Mikroskop polarisasi mengkonfirmasi bahwa perilaku optik dari RUT/SD mengindikasikan pembentukan RUT yang dapat tercampur sempurna dengan matriks POL. Morfologi RUT/SD bervariasi dari matriks berpori dengan permukaan yang lebih halus sejalan dengan peningkatan konsentrasi RUT. Data XRD dan DTA menunjukkan bahwa RUT ada sebagian berbentuk amorf. Data ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi RUT dalam formulasi RUT/SD, semakin tinggi proporsi RUT dalam keadaan padat amorf. Hal ini menyebabkan peningkatan dalam disolusi pada formulasi RUT/SD yang dikembangkan, di mana 94-100% terlarut dibandingkan dengan RUT murni yang hanya sekitar <35% seperti yang terungkap dari hasil disolusi. Studi ini mengungkapkan peningkatan karakteristik fisik formulasi RUT/SD dan potensi mereka untuk pengembangan RUT di masa depan sebagai sediaan oral.

Penulis: Helmy Yusuf, S.Si., M.Sc., Ph.D., Apt.

Judul Artikel: A lyophilized surfactant-based rutin formulation with improved physical characteristics and dissolution for oral delivery Link artikel:

AKSES CEPAT