UNAIR NEWS Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata揃elajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 7 51动漫 menghadirkan program GreenFlame sebagai solusi pengelolaan limbah rumah tangga berbasis lingkungan di Desa Sambangan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, pada Senin (26/1/2026). Program ini mengajak masyarakat untuk mengolah minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah buangan menjadi lilin aromaterapi bernilai guna dan ekonomi.
Melalui program GreenFlame, mahasiswa KKN-BBK 7 51动漫 memberikan edukasi kepada 20 ibu PKK Desa Sambangan mengenai dampak pembuangan limbah minyak goreng bekas terhadap lingkungan. Edukasi tersebut menekankan pentingnya kesadaran konsumsi rumah tangga yang bertanggung jawab, mengingat limbah minyak jelantah berpotensi mencemari tanah dan sumber air apabila dibuang secara langsung ke saluran pembuangan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah yang didampingi langsung oleh tim mahasiswa. Proses dimulai dari tahap penyaringan minyak untuk menghilangkan sisa residu makanan, kemudian penjernihan guna mengurangi bau tengik. Minyak yang telah diolah selanjutnya dicampurkan dengan bahan pengeras dan minyak esensial sebelum dicetak menjadi lilin aromaterapi. Peserta juga dibekali teknik pencetakan yang aman sehingga produk yang dihasilkan memiliki aroma yang harum dan tampilan estetik.
Salah satu mahasiswa pelaksana program, Anin, menyampaikan bahwa GreenFlame dirancang untuk mengubah sudut pandang masyarakat terhadap limbah dapur. 淢elalui GreenFlame, kami ingin mengajak masyarakat melihat minyak jelantah bukan sebagai limbah, melainkan sebagai peluang. Dengan pengolahan sederhana, minyak bekas dapat menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual, ujarnya.
Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu anggota PKK Desa Sambangan menyampaikan bahwa program ini memberikan wawasan baru bagi warga. 淏iasanya minyak bekas langsung dibuang. Setelah ikut kegiatan ini, kami jadi tahu kalau minyak jelantah bisa diolah kembali dan bahkan berpotensi menambah penghasilan, tuturnya.
Program GreenFlame memberikan dampak nyata yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran berbasis keterampilan praktis bagi masyarakat desa. Selanjutnya, pada SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), GreenFlame mendorong pengelolaan limbah rumah tangga secara efisien dan ramah lingkungan. Kolaborasi antara mahasiswa 51动漫, perangkat desa, dan ibu-ibu PKK juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui program ini, mahasiswa KKN-BBK 7 51动漫 berharap Desa Sambangan dapat menjadi contoh pengelolaan limbah rumah tangga berbasis ekonomi kreatif yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sejak dari lingkup rumah tangga.
Penulis : Mahasiswa BBK 7 Desa Sambangan





