51动漫

51动漫 Official Website

Guru Besar UNAIR Inovasikan Model Peningkatan Kualitas Hidup Anak Pengidap Kanker

Prof Dr Hj Yuni Sufyanti Arief SKp MKes saat menyampaikan orasinya di pengukuhan Guru Besar 51动漫 pada Kamis (24/4/2025) (foto: PKIP UNAIR)
rPof Dr Hj Yuni Sufyanti Arief SKp MKes saat menyampaikan orasinya di pengukuhan Guru Besar 51动漫 pada Kamis (24/4/2025) (foto: PKIP UNAIR)

UNAIR NEWS – Kanker anak merupakan salah satu tantangan yang besar dalam dunia kesehatan. Menurut data angka kematian kepada anak pengidap kanker cukup tinggi. Terdapat lebih dari 105 ribu anak dan remaja meninggal karena kanker. Oleh karena itu, perawatan terhadap anak pengidap kanker menjadi tantangan tersendiri. 

Guru Besar Ilmu Keperawatan Anak, , 51动漫 (UNAIR), Prof Dr Hj Yuni Sufyanti Arief SKp MKes membahas lebih dalam permasalahan tersebut dalam orasinya di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen, Kampus MERR-C UNAIR pada Kamis (24/4/2025). Ia menyampaikan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam proses terapi terhadap anak pengidap kanker.

淏agaimana keluarga dapat memberikan dukungan emosi. Kemudian dapat memberikan rasa aman, nyaman, serta adanya edukasi berkelanjutan. Tak lupa ketenangan yang dapat diberikan oleh keluarga sehingga akan berdampak pada kesehatan mental keluarga itu sendiri, terangnya. 

Dalam orasinya, Prof Yuni menyampaikan bahwa kehidupan anak dengan kanker adalah perjalanan yang penuh tantangan dan kesulitan. Diagnosa kanker pada anak dapat berdampak besar pada seluruh keluarga dan semua orang yang bersangkutan. Anak dengan kanker akan mengalami kesulitan fisik, emosional, dan psikologis. 

淧erawatan terpadu untuk anak-anak dengan kanker adalah pendekatan holistik yang mengakui kebutuhan yang kompleks. Melalui perancangan dan menyediakan perawatan untuk anak dengan kanker dengan dukungan medis, emosional, dan psikologis yang mereka butuhkan, jelasnya.

Pemberdayaan yang berpusat pada keluarga dapat dilakukan dengan penerapan FACE model sebagai bentuk intervensi upaya merawat anak dengan kanker. 淧roses holistik dimulai dengan melakukan pengkajian secara menyeluruh. Perawat tak hanya mengkaji secara fisik, tapi juga mengkaji pola hidup, hubungan sosial, kondisi emosional, dan aspek spiritual, sebutnya.

Prof Yuni juga mengungkapkan bahwa pendekatan Family Centered Empowerment (FACE) model dalam intervensi holistik menekankan pada pemberdayaan keluarga sebagai unit dalam proses penyembuhan dan pemulihan anak. 淧enerapan model FACE pada perawatan anak dengan kanker memberikan adanya kenyamanan baik pada keluarga maupun pada anak sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup, ungkapnya. 

Pada akhir ia menyimpulkan bahwa inovasi keperawatan dengan pendekatan FACE adalah langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup anak dengan kanker. Melalui pemberdayaan keluarga, dengan mengedepankan pendekatan yang komprehensif harapannya anak-anak dengan kanker dapat menjalani perawatan yang lebih baik. 

淜eberhasilan ini memerlukan kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga, dan komunitas untuk menciptakan lingkungan yang mendukung proses penyembuhan. Model FACE juga mengedepankan peran aktif keluarga dalam perawatan anak dengan terus melakukan pengembangan melalui berbagai penelitian selanjutnya, ucapnya 

Penulis: Mohammad Adif Albarado

Editor: Edwin Fatahuddin

AKSES CEPAT