51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa S2 Kesehatan Lingkungan Bersama Alumni FKM UNAIR Komisaris Tiga Perusahaan Konsultan AMDAL

Yudha Eka Putra Suwanto SKM MT, Komisaris PT Bentala Hijau Indonesia, memaparkan materi terkait AMDAL dalam presentasi bersama beberapa mitra di kantor perusahaan.(Sumber: Yudha Eka)
Yudha Eka Putra Suwanto SKM MT, Komisaris PT Bentala Hijau Indonesia, memaparkan materi terkait AMDAL dalam presentasi bersama beberapa mitra di kantor perusahaan.(Sumber: Yudha Eka)

UNAIR NEWS – Sebanyak sembilan mahasiswa Program Studi S2 Kesehatan Lingkungan (FKM) 51动漫 mengikuti kunjungan akademik ke PT Bentala Hijau Indonesia pada Rabu (23/4/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Pengantar Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) semester II tahun akademik 2024/2025. Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung tentang proses penyusunan dokumen lingkungan yang sebelumnya hanya mereka pelajari secara teori di kelas.

Konsultan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) adalah profesional atau perusahaan yang memiliki keahlian dalam menganalisis dan mengevaluasi dampak suatu proyek dan kegiatan. Suatu proyek dan kegiatan ini dapat berdampak pada lingkungan dan kesehatan manusia (environmental and human health), oleh karena itu dalam upaya meminimalisasi dampak,  perilaku lingkungan perusahaan (corporate environmental behaviour) harus menunjang salah satunya dengan melalui  pendekatan teknologi berwawasan lingkungan (Environmentally Sound Technologies) sebagai upaya  pengendalian pencemaran lingkungan (Environmental pollution). Tugas mereka meliputi penyusunan dokumen AMDAL, analisis dampak, identifikasi risiko, serta perancangan strategi mitigasi dan pengelolaan dampak. Peran ini menjadi kunci bagi perusahaan dan pemerintah dalam mewujudkan proyek yang sustainable dan environmentally responsible.

 Mahasiswa S2 Kesehatan Lingkungan FKM UNAIR berfoto bersama usai kunjungan mata kuliah Pengantar AMDAL di PT Bentala Hijau Indonesia, Rungkut, Surabaya, Rabu (23/4/2025). (Sumber: Dokumentasi FKM UNAIR)
Mahasiswa S2 Kesehatan Lingkungan FKM UNAIR berfoto bersama usai kunjungan mata kuliah Pengantar AMDAL di PT Bentala Hijau Indonesia, Rungkut, Surabaya, Rabu (23/4/2025). (Sumber: Dokumentasi FKM UNAIR)

Kegiatan berlangsung di kantor PT Bentala Hijau Indonesia yang berlokasi di Perumahan Pandugo, Rungkut, Surabaya. Mahasiswa didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah, Dr R Azizah SH M Kes. Selama kunjungan, mereka dikenalkan pada jenis dokumen lingkungan dan ruang lingkup kerja konsultan AMDAL seperti layanan terkait Lingkungan meliputi antara lain AMDAL, UKL-UPL, SPPL, RKL-RPL RINCI, DELH, DPLH, ADENDUM, RINTEK TPSLB3, PERTEK IPAL, PERTEK EMISI, PERTEK PEMANFAATAN LIMBAH B3. Layanan terkait safety antara lain CSMS,  HIRADC, HSE PLAN,  P2K3, PERTEK PEMANFAATAN LIMBAH B3, TANGGAP DARURAT, JSA dan SOP K3. Para peserta juga belajar langsung alur penyusunan dokumen lingkungan, mulai dari identifikasi dampak, prediksi, pengelolaan hingga pemantauan.

Yudha merupakan alumnus S1 Peminatan Kesehatan Lingkungan FKM UNAIR angkatan 2013 lulus tahun 2017,  yang kini menjabat sebagai komisaris di tiga perusahaan konsultan AMDAL: PT Bentala Hijau Indonesia, CV Bentala Hijau Indonesia, dan CV Bentala Mitra Bersama. Ia menyambut hangat rombongan mahasiswa dan menekankan pentingnya ketelitian dalam setiap tahapan analisis lingkungan. 淜ami ingin mahasiswa melihat langsung bagaimana dokumen disusun di lapangan, dan memahami dinamika kerja di dunia konsultan, terangnya.

Selain itu, melalui kegiatan ini mahasiswa mampu memahami pentingnya parameter teknis terbaru yang menjadi dasar penilaian AMDAL, termasuk klasifikasi usaha dan penggunaan sumber daya mengacu pada PP Nomor 22 Tahun 2021. 淒ulu kalau bangunan luasnya lebih dari 10.000 meter persegi langsung wajib AMDAL. Sekarang tidak bisa sesederhana itu, ujar Yudha Eka Putra Suwanto, S KM MT, Komisaris PT Bentala Hijau Indonesia.

Dr Azizah menambahkan, kegiatan seperti ini memperkuat koneksi antara teori akademik dan praktik industri. 淪emoga kegiatan seperti ini bisa menjadi jembatan antara pembelajaran di kampus dan kebutuhan di lapangan, ungkapnya.

Konsultan AMDAL juga memiliki kontribusi penting dalam mendukung proyek-proyek yang ramah lingkungan dan berkelanjutan sesuai dengan tujuan dari SDGs.Dalam konteks Sustainable Development Goals (SDGs), konsultan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) memiliki peran strategis dalam mendukung tercapainya sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan. Melalui analisis dampak lingkungan yang komprehensif, mereka membantu perusahaan dan pemerintah mengembangkan praktik konsumsi dan produksi yang lebih bertanggung jawab (12).

Selain itu, konsultan AMDAL berkontribusi dalam mengidentifikasi serta mengurangi dampak lingkungan yang berkaitan dengan perubahan iklim, seperti emisi gas rumah kaca, sehingga mendukung tercapainya aksi iklim (13). Tidak hanya itu, peran mereka juga mencakup perlindungan dan pelestarian ekosistem, baik laut maupun darat, sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan hidup (14 dan 15). Selain itu, mereka juga mengintegrasikan prinsip sustainability dalam perencanaan proyek, membuka peluang pengurangan dampak lingkungan, serta meningkatkan kesadaran publik dalam pengelolaan lingkungan. Dengan demikian, profesi ini menjadi bagian penting dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Samudra Luhur Pambudi

Editor: Edwin Fatahuddin

AKSES CEPAT