51动漫

51动漫 Official Website

Hearitage, Aplikasi Inklusif Karya Mahasiswa UNAIR Sabet Juara Internasional

Tim UNAIR dalam Ajang 2nd International Student Summit (ISS) di Kuala Lumpur, Malaysia (foto: istimewa)
Tim UNAIR dalam Ajang 2nd International Student Summit (ISS) di Kuala Lumpur, Malaysia (foto: istimewa)

UNAIR NEWS Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) berhasil membawa pulang penghargaan dari Ajang 2nd International Student Summit (ISS) yang terlaksana pada Jumat揝enin (1316/2/2026) di Kuala Lumpur, Malaysia. Muhammad Rangga Cindraputra, Delia Yuan Safira, Ely Guyana, Alexa Callula Insyirah Firdauzi, dan Clyantha Bernice Hevia menciptakan aplikasi Hearitage. Mereka berhasil meraih penghargaan Gold Medalist Tourism and Culture Category, Best Presentation, Best Poster, 1st Winner 2nd ISS, hingga dinobatkan sebagai Grand Champion (UNAIR).

淜ami menyiapkan rancangan, konsep lomba, desain poster, dan persiapan mental untuk ajang ini. Puji tuhan kami bisa lancar hingga akhir dan membawa penghargaan-penghargaan tersebut untuk UNAIR, ungkap Rangga dalam wawancara bersama UNAIR NEWS. 

Poster Hearitage untuk Ajang 2nd International Student Summit (ISS) di Kuala Lumpur, Malaysia (foto: istimewa)

Rangga menjelaskan bahwa timnya membawakan sub tema tentang pariwisata dan budaya. Aplikasi Hearitage menjadi inovasi yang mereka presentasikan dalam ajang tersebut. 淚novasi yang kami berikan merupakan aplikasi dengan fitur-fitur yang didesain untuk melayani orang  dengan disabilitas, sehingga mereka mendapat semacam autonomi yang dapat membantu mereka dalam hal administrasi dan lain sebagainya, jelasnya.

Aplikasi pariwisata inklusif multisensori ini menjembatani kesenjangan aksesibilitas melalui informasi adaptif dan spesifik disabilitas. Berlandaskan pemberdayaan psikologis, aplikasi ini memungkinkan perjalanan yang mandiri, aman, dan bermakna tanpa memerlukan rekonstruksi fisik. 淎plikasi ini mengarahkan kembali, beradaptasi, dan memberikan informasi seperti penyediaan jalur, format, dan pengalaman alternatif yang disesuaikan dengan beragam disabilitas, imbuhnya.

Rangga mengaku bahwa timnya memiliki hubungan yang terikat selayaknya keluarga. Kemenangan yang sudah diraih juga tidak lepas dari dukungan yang UNAIR berikan. 淜ami rekan lomba, tetapi lebih seperti keluarga, soalnya memang kami sering ngobrol-ngobrol di luar pembahasan lomba itu sendiri. Selain itu, fakultas juga membantu terkait pendampingan, dana, dan lain sebagainya, tegasnya.

Di akhir wawancaranya, Rangga berpesan kepada mahasiswa UNAIR untuk berani mencoba, berpikir optimis, dan ciptakan kelompok yang cocok. Ia menyebut bahwa ajang lomba sangat baik untuk menambah pengalaman. 淜unci pentingnya sih cari kelompok yang se-chemistry ya, jadi pinter-pinter cari teman. Selain itu, jangan berekspektasi untuk selalu menang, fokus saja gimana kita bisa berkembang, pesannya.

Penulis: Putri Andini

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT