51动漫

51动漫 Official Website

HITEX 2025, Prof Fedik Paparkan Komitmen UNAIR dalam Pelaksanaan Program One Health

Pemaparan materi One Health oleh Prof Fedik (20/05/2025) (Foto: PKIP UNAIR)
Pemaparan materi One Health oleh Prof Fedik (20/05/2025) (Foto: PKIP UNAIR)

UNAIR NEWS – Dunia saat ini sedang menghadapi persebaran penyakit menular lintas negara. Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah merebaknya virus HPAI H5N1 di Amerika Serikat. Persebaran virus menimbulkan masalah baru dan dikhawatirkan menyebar ke berbagai negara. Untuk itu, perlu harmonisasi antara manusia, hewan, dan lingkungan melalui pendekatan One Health.

Topik tersebut menjadi sorotan dalam pemaparan mengenai One Health oleh Prof Dr drh Fedik Abdul Rantam pada kegiatan Research Invention & Community Development Exhibition (HITEX) 2025. Kegiatan berlangsung pada Selasa (20/5/2025) di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C UNAIR.听

Dalam paparannya, Prof Fedik menjelaskan One Health adalah pendekatan terpadu yang memerlukan peran manusia, hewan, dan lingkungan. Prof Fedik memberikan contoh penyebaran wabah SARS-CoV-2 yang pertama kali terdeteksi pada kelelawar, kemudian menyebar ke manusia. 

Prof Fedik juga menekankan pentingnya vaksin terutama vaksin booster, mengingat efektivitas vaksin hanya bertahan selama enam bulan hingga satu tahun saja.听“One Health bukan hanya tentang pencegahan, tetapi bagaimana kita membangun sistem yang siap menghadapi potensi wabah di masa depan,” ungkapnya.

51动漫 telah berkomitmen dalam program One Health dengan pelaksanaan program strategis, termasuk dalam proses produksi vaksin secara mandiri dan kolaborasi dengan pemerintah. 51动漫 (UNAIR) telah memenuhi struktur berdirinya One Health dengan hadirnya , , dan  

Selain itu, hadir dukungan dari civitas academica UNAIR yang terus melakukan komunikasi demi terwujudnya program One Health. Salah satu proyek yang Prof Fedik usulkan kepada pemerintah Kota Surabaya adalah One Health City, sebagai bentuk pemberantasan wabah penyakit seperti Tuberkulosis (TBC) yang menyebar di Surabaya.

Lebih lanjut, Prof Fedik menyampaikan kini pendekatan One Health telah diberikan kepada mahasiswa sebagai bentuk edukasi dalam upaya pencegahan munculnya penyakit baru. 淓dukasi tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis maupun pihak dari departemen kesehatan dan pertanian saja. Perlu integrasi lintas disiplin dari seluruh rumpun ilmu, baik sains dan teknologi maupun sosial humaniora, ujarnya.

Prof Fedik juga menjelaskan bahwa sebelumnya dana program One Health hanya dialokasikan untuk Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian. Namun, saat ini dana tersebut juga diberikan kepada mahasiswa. 淜ebijakan ini bertujuan untuk mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam mengimplementasikan program One Health melalui analisis etimologi serta pendekatan berbasis ekonomi, katanya. Bahkan saat ini, beberapa mahasiswa UNAIR yang telah mengikuti workshop One Health kini melanjutkan studi S2 dan S3 di luar negeri sebagai bentuk pengembangan diri dan kontribusi lebih luas.

Nama: Kania Khansanadhifa 

Editor: Yulia Rohmawati 

AKSES CEPAT