51动漫

51动漫 Official Website

Hubungan Antara Ketahanan dan Kualitas Hidup Melalui Mediasi Perilaku Perawatan Diri pada Pasien Kanker Payudara

Foto by Kompas Health

Satu setengah juta perempuan di dunia didiagnosis kanker payudara setiap tahunnya. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan perempuan dengan kanker payudara lebih sering mengalami beberapa faktor yang menyebabkan penurunan kualitas hidup dibandingkan dengan perempuan tanpa kanker payudara. Beberapa faktor tersebut diantaranya yaitu kecemasan yang lebih besar, depresi, kemarahan, agresi, permusuhan, kesedihan, penurunan fungsi seksual, disfungsi hubungan interpersonal, ide bunuh diri, dan pikiran kematian. Kualitas hidup didefinisikan sebagai perasaan yang muncul dari kepuasaan atau ketidakpuasan terhadap aspek kehidupan yang penting bagi tiap individu.

Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa ketahanan atau resiliensi dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup pada wanita dengan kanker payudara. Resiliensi adalah faktor psikologis yang memungkinkan individu untuk tidak hanya beradaptasi dan berkembang ketika menghadapi tantangan atau masalah, tetapi juga tumbuh dan berkembang mengikuti situasi yang penuh tekanan.

Studi telah menunjukkan bahwa resiliensi adalah sumber berharga yang membantu pasien kanker payudara mempertahankan kualitas hidup mereka selama proses pengobatan, dengan mengembangkan fleksibilitas psikologis, rasa makna, dan keterampilan memecahkan masalah. Sebaliknya, tingkat resiliensi yang rendah dapat mengurangi kepercayaan diri pasien untuk mengatasi situasi stres, membuat mereka merasa tidak berdaya (misalnya, 淪aya tidak dapat melarikan diri dari nasib saya), dan berdampak negatif terhadap proses pengobatan. Oleh karena itu, tingkat resiliensi yang rendah dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup, dan resiliensi yang tinggi dapat menyebabkan pasien kanker payudara mengalami kualitas hidup yang lebih tinggi.

Namun, peran mediasi perilaku perawatan diri belum dipelajari. Perilaku perawatan diri penting bagi wanita penderita kanker payudara dalam proses pengobatan. Perawatan diri mengacu pada praktik pencegahan dan perspektif yang membantu dalam pengelolaan dan pemeliharaan kebutuhan psikologis, sosial, dan fisik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perawatan diri pada pasien kanker payudara meningkatkan kesehatan fisik dan kesejahteraan. Perawatan diri dapat mendukung individu untuk mengatur emosi mereka dan mengarah pada penurunan emosi negatif dalam kondisi sulit yang dapat berdampak pada hasil yang berkaitan dengan ketahanan seperti kualitas hidup. Orang dengan tingkat resiliensi yang lebih tinggi mungkin juga lebih menerima kondisi kesehatan yang buruk seperti kanker payudara dan lebih cenderung terlibat dalam strategi untuk mengurangi stres terkait. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran mediasi perilaku perawatan diri dalam hubungan antara resiliensi dan kualitas hidup pada pasien kanker payudara.

Sampel pada penelitian adalah 195 wanita penderita kanker payudara yang berusia 21 hingga 60 tahun dari tiga rumah sakit di Teheran, Iran yang menyelesaikan kuesioner online yang mengukur ketahanan atau resiliensi, perawatan diri, dan kualitas hidup. Partisipan terdiri dari 175 (90%) wanita berstatus menikah, 10 (5%) wanita bercerai, dan 10 (5%) wanita belum menikah dengan berbagai latar belakang pendidikan mulai dari sekolah menengah hingga strata tiga atau doctoral. Partsipan terdiri dari penderita kanker payudara stadium satu hingga stadium lima dengan berbagai tipe yaitu invasive ductal carcinoma, lobular carcinoma, medullary carcinoma, comedo-carcinoma, dan tubular carcinoma.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa resiliensi dan perilaku perawatan diri secara positif memprediksi kualitas hidup pasien kanker payudara. Psikolog, perawat, dan dokter dapat membantu pasien dengan meningkatkan ketahanan mereka untuk terlibat dalam perilaku perawatan diri untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental, serta kualitas hidup. Ada kemungkinan bahwa dengan meningkatkan resiliensi, perilaku perawatan diri pada pasien kanker payudara akan meningkat, dan mereka dapat mengalami kualitas hidup yang lebih baik. Analisis bootstrap menunjukkan bahwa perilaku perawatan diri bertindak sebagai mediator parsial antara ketahanan dan kualitas hidup. Penelitian ini mengungkap mekanisme yang mendasari hubungan antara ketahanan dan kualitas hidup melalui variabel mediasi perilaku perawatan diri untuk pasien dengan kanker payudara.

Data dikumpulkan dari sejumlah kecil wanita penderita kanker payudara di tiga rumah sakit di Teheran dan tidak dapat digeneralisasi untuk pasien kanker payudara lain di wilayah geografis lainnya. Partisipan tertua dalam penelitian ini berusia 60 tahun. Ada kemungkinan bahwa wanita penderita kanker payudara yang berusia lebih dari 60 tahun tidak memiliki akses ke teknologi atau literasi untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Studi selanjutnya dapat menggunakan metode lain untuk pengumpulan data, seperti wawancara, untuk mendapatkan informasi dari pasien kanker payudara yang berusia lebih dari 60 tahun. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi berkontribusi terhadap perilaku perawatan diri dan perilaku tersebut membantu meningkatkan kualitas hidup pasien dengan kanker payudara.

Penulis: Trias Mahmudiono, SKM., MPH., GCAS., Ph.D

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada artikel kami di:

Abdollahi, A., Alsaikhan, F., Nikolenko, D.A. et al. Self-care behaviors mediates the relationship between resilience and quality of life in breast cancer patients. BMC Psychiatry 22, 825 (2022).

AKSES CEPAT