51动漫

51动漫 Official Website

Prospek Mobile Apps sebagai Instrumen dalam Memonitor Pertumbuhan Balita

Foto by Halodo

Tahun-tahun awal kehidupan anak adalah periode paling penting untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka dan menjadi pondasi untuk kehidupan selanjutnya dalam pembelajaran, perilaku dan kesehatan. Meski masa pertumbuhan anak adalah periode kritis, namun lebih dari 100 juta anak di dunia mengalami gagal tumbuh. Pada tahun 2020, badan kesehatan dunia WHO menyatakan, bahwa terdapat 149,2 juta balita mengalami stunting, 45,4 juta terkategori kurus dan 38,9 juta mengalami overweight.

Kemajuan ilmu dan teknologi telah menciptakan peluang untuk memonitor pertumbuhan balita melalui mobile apps. Terdapat 12 studi yang meneliti tentang penggunaan mobile apps untuk memonitor pertumbuhan balita baiik yang mengalami kekurangan atau kelebihan gizi. Dari 12 studi tersebut, 6 studi diantaranya menunjukkan bahwa mobile apps dapat memperbaiki status gizi pada balita gizi kurang dan meningkatkan pengetahuan orang tua maupun petugas kesehatan untuk mencegah, merawat dan memonitor balita dengan gizi kurang. Sementara itu, 6 studi sisanya menemukan bahwa penggunaan mobile apps membantu anak yang mengalami gizi lebih atau obesitas untuk menurunkan berat badan dan memotivasi mereka untuk mencapai berat badan ideal.

Mobile apps untuk memonitor pertumbuhan anak dengan menggunakan berbagai standar tampaknya menjanjikan sebagai deteksi awal untuk kondisi gizi kurang dan menjadi panduan untuk anak overweight atau obesitas dalam mencapai berat badan normal. Selanjutnya, studi dengan sampel yang lebih besar, intervensi dalam jangka panjang dan terdapat tindak lanjut diperlukan untuk membantu asesmen terkait efektivitas program intervensi menggunakan mobile apps dan dampaknya pada berbagai outcome pertumbuhan secara lebih komprehensif dan akurat.

Penulis : Dr. Siti Rahayu Nadhiroh, SKM., M.Kes.

Referensi:

Kustiawan TC, Nadhiroh SR, Ramli R, Butryee C. Use of mobile app to monitoring growth outcome of children: A systematic literature review. DIGITAL HEALTH. 2022;8. doi:

AKSES CEPAT