Usia dan aktivitas merupakan faktor yang mempengaruhi anatomi tubuh. Fungsi lokomotor hewan berkaki empat, lebih difokuskan sebagai lokomotor dan penyangga badan. Proporsi daya dukung/kekuatan kaki untuk menopang berat badan berbeda-beda tergantung posisi dan jenis hewan. Secara anatomis, fungsi pendukung dimainkan oleh kerangka kaki. Transfer beban dari tubuh ke kaki depan menyebabkan keragaman morfologi dan atau morfometri tulang.
Sebagian besar bahan yang membentuk beban pada tubuh, berasal dari organ visceral (perut). Dilihat dari posisi anatominya, letak organ-organ visceral dalam tubuh tidak simetris, misalnya lambung menempati sebagian besar sisi kiri rongga perut. Perut ruminansia terdiri dari empat ruang yaitu rumen, retikulum, omasum dan abomasum. Perut empat ruang memiliki kapasitas yang berbeda tergantung pada usia dan aktivitas. Salah satu jenis ruminansia kecil di Indonesia yang sudah dikenal sejak awal abad ke-19 hingga zaman Orde Baru adalah domba Merino. Domba merino merupakan salah satu jenis domba yang dibesarkan di negara yang memiliki empat musim. Peternakan domba merino, seringkali memanfaatkan bulunya, sebagai bahan wol. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mendeskripsikan luas telapak kaki domba Merino ditinjau dari umur dan bobot badan. Hasilnya dapat digunakan sebagai kosakata anatomi khususnya dalam ilmu kedokteran hewan dan dapat dijadikan sebagai referensi untuk ilmu terkait.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara berat badan dan umur terhadap luas telapak kaki depan domba jantan Merino. Tujuan ini dicapai dengan melakukan pengukuran telapak kaki depan dari lima belas domba jantan Merino. Pengukuran dilakukan setiap bulan mulai dari umur satu bulan sampai usia enam bulan. Semua data dimodelkan menggunakan MARS analitik (Multivariate Adaptive Regression Spline Longitudinal). Analisis data menghasilkan model persamaan: Y = 11.575 + 0.95*BF2 (BF1 = max (0, weight “ 8.000); BF2 = max (0, age “ 1.000) * BF1 for Area telapak kaki kanan depan dan Y = 20,582-0,683*BF2 untuk kaki kiri depan satu-satunya daerah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pola korelasi antara berat badan dan usia pada area telapak kaki depan kanan dan kiri.
Penulis: Epy Muhammad Luqman
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan di:





