Eritema Nodosum Leprosum adalah suatu komplikasi imunologi yang menyebabkan peradangan pada kulit, saraf, dan organ lain. merupakan komplikasi reaksi kekebalan pada Morbus hansen yaitu respons hipersensitivitas tipe III yang muncul dengan deposisi antigen M. leprae dan antibodi kompleks. Peningkatan level TNF-a terjadi karena suatu mekanisme yang masih belum diketahui secara pasti. Peningkatan level TNF-a disinyalir diinduksi oleh dinding sel M. leprae yang dapat menstimulasi imunitas innate. Kejadian ENL rata-rata 1,2% di antara semua pasien Morbus hansen, dan 4,5% diantara nya adalah pasien Morbus hansen MB. Insiden ENL pada Morbus hansen LL adalah 15,4% dan 4,1% untuk Morbus hansen BL Berat dan ringannya gejala, reaksi ENL terbagi menjadi 2 yaitu reaksi ringan dan berat. Derajat keparahan ENL berdasarkan ENLIST score.
Tipe ENL dapat diklasifikasikan menurut waktu terjadinya, yaitu akut, rekuren, atau kronis. Tipe ENL akut untuk satu episode tunggal yang berlangsung kurang dari 24 minggu; tipe ENL berulang atau rekuren jika pasien mengalami episode ENL kedua atau berikutnya yang terjadi 28 hari atau lebih setelah menghentikan pengobatan ENL; dan tipe ENL kronis jika terjadi selama 24 minggu atau lebih selama seorang pasien memerlukan pengobatan untuk ENL baik secara terus menerus atau termasuk periode bebas pengobatan adalah 27 hari atau kurang.
Faktor koinfeksi pada reaksi Morbus hansen, dengan hasil yaitu infeksi oral mempunyai paling banyak kejadian sekitar pasien 45,5 % dari infeksi oral, di ikuti oleh ISK 19,3%, sinuspathy 6,8%, hepatitis B dan C 6,8%. Kejadian reaksi Morbus hansen bisa menjadi hubungan dengan infeksi oral, infeksi gigi dan periodontal, dengan melihat serum serum IL-1, TNF-伪, IL-6, IFN-纬 dan IL-10 sebelum dan setelah pengobatan. Sekitar 26% mengalami karies gigi dan 34% mengalami pulpitis kronis.
Penelitian retrospektif ini dilakukan dengan teknik penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional retrospektif dengan pengambilan sampel dilakukan secara sistem consecutive sampling pada pasien Morbus hansen MB dengan reaksi ENL yang juga disertai dengan adanya infeksi oral di Divisi Morbus Hansen URJ Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada 2017-2021, izin etik diperoleh dari Komite Etik Rumah sakit
Pendidikan Umum Akademik Dr. Soetomo Surabaya dengan nomor referensi 1365/LOE/301.4.2/VII/2023.
Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data rekam medis. jumlah pasien MH MB adalah 444, jumlah pasien dengan MH dengan ENL adalah 161, jumlah pasien ENL dengan infeksi oral 93. Jumlah pasien laki-laki sebesar 61 (65,6%) jumlah tersebut lebih banyak daripada Perempuan sebesar 32 (34,4%). Morbus hansen MB tipe LL ditemukan paling banyak 48 (51,6%). Rata-rata usia adalah 35,16 tahun. Infeksi oral yang paling banyak dengan karies gigi 59 (63,4%). Derajat keparahan ENL ringan dengan jumlah terbanyak 47 (50,5%), tipe ENL kronis didapatkan paling banyak 50 (53,8%).
Terapi MDT dapat membunuh mikobakteri intraseluler, yang memecah dan melepaskan antigen. Antigen ini dapat membentuk kompleks imun yang menyebabkan ENL. adanya perbaikan tanda inflamasi IL-1, TNF-伪, IL-6, IFN-纬 dan IL-10 setelah pengobatan, sebagian kecil pasien tidak melakukan pengobatan untuk infeksi oral nya, sehingga proses inflamasi nashi tetap ada, sehingga hal ini bisa menjadi reaksi ENL yang berat dan memperlama terjadinya reaksi.
Hasil analisis jenis infeksi oral dengan tipe ENL menunjukkan hasil didapatkan hubungan antara infeksi oral karies gigi dengan tipe ENL p 0,032 dan nilai r=0,222, hasil analisis didapatkan hubungan antara infeksi oral gingivitis dengan derajat keparahan ENL p 0,027 dan nilai r=0,222, serta hasil analisis, didapatkan hubungan antara derajat keparahan ENL dengan tipe ENL p 0,019 dan nilai r=0,243. Hasil tersebut diharapkan bisa berguna, untuk melakukan skrinning awal terhadap adanya infeski oral pada pasien Morbus hansen agar tidak memperberat kondisi pasien ENL. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi data awal untuk penelitian selanjutnya.
Penulis : Prof.Dr.dr.M.Yulianto Listiawan,Sp.DVE.,Subsp.OBK
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :
Baca juga: Sida Rombifolia Meningkatkan Sistem Imun melalui Fagositosis





