Penyakit kusta merupaka suatu penyakit infeksi kronik yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Seseorang yang menderita penyakit kusta dapat mengalami suatu kondisi yang disebut sebagai reaksi kusta. Reaksi kusta ini merupakan suatu komplikasi akut penyakit kusta yang melibatkan berbagai mekanisme imun. Reaksi kusta terdiri dari 2 tipe, yaitu reaksi kusta tipe 1 dan rekasi kusta tipe 2 atau juga dikenal dengan eritema nodosum leprosum (ENL). Reaksi tipe 2, atau yang dikenal dengan Eritema Nodosum Leprosum (ENL), dapat menyebabkan peradangan sistemik pada berbagai organ, sehingga kondisi ini dapat lebih berat dibandingkan dengan reaksi tipe 1. Kondisi ini merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap morbiditas, mortalitas, dan permasalahan sosio-ekonomi pada pasien kusta. ENL dapat muncul dengan berbagai rentang derajat keparahan, yaitu derajat ringan hingga berat. Dalam praktek sehari-hari kondisi ENL didiagnosis berdasarkan gejala klinis yang timbul. Sering kali gejala yang ditimbulkan belum menunjukkan suatu kondisi yang berat akan tetapi sebetulnya sudah terjadi reaksi imunologis yang berat di dalam tubuh, sehingga diperlukan biomarker darah sederhana yang dapat membedakan tingkat keparahan ENL. Rasio neutrofil-limfosit (RNL) dan platelet-limfosit (PLR) merupakan biomarker darah yang sederhana dan tidak memerlukan pemeriksaan yang rumit. Nilai rasio ini sudah banyak digunakan sebagai biomarker keparahan berbagai kondisi inflamasi dan keganasan.
Sebuah studi retrospektif telah dilakukan di Instalasi Rawat Jalan Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo untuk mengetahui manfaat dari pemeriksaan RNL dan RPL pada derajat keparahan ENL. Studi ini mengevaluasi 246 pasien kusta tipe multibasiler攄engan dan tanpa reaksi ENL dan berusia 18 tahun ke atas攄an menghitung nilai RNL dan RPL masing-masing. Nilai RNL secara signifikan didapatkan lebih tinggi pada kelompok ENL derajat berat dibandingkan dengan ENL derajat ringan. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Nilai RNL dapat digunakan sebagai biomarker keparahan reaksi ENL sehingga pemeriksaan darah lengkap dan perhitungan nilai RNL pada semua pasien kusta MB dengan reaksi ENL sebaiknya dilakukan sebelum pemberian terapi untuk menilai kemungkinan kondisi ENL yang berat. Perhitungan nilai RNL sangat mudah dilakukan dan hanya memerlukan pemeriksaan darah legkap rutin, sehingga diharapkan dapat membantu mendeteksi kondisi ENl dengan derajat keparahan yang berat di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk fasilitas kesehatan primer seperti Puskesmas.
Penulis : Kartika Misalina,dr.
Link:
Baca juga: Kondisi Stigma Terkait Kusta dan Cara Menangani Stigma oleh para Penderita Kusta





