Infeksi rotavirus merupakan salah satu penyebab utama diare berat dan dehidrasi pada balita. Variasi iklim merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi wabah penyakit menular. Kami melakukan penelitian untuk memperjelas hubungan antara variasi iklim dengan kejadian diare rotavirus pada pasien di Rumah Sakit Ibu dan Anak Soerya Kabupaten Sidoarjo tahun 2016 “ 2019. Dengan menggunakan studi ekologi dengan uji korelasi Pearson. Data infeksi rotavirus diambil dari Viral Diarrhea Laboratory, Lembaga Penyakit Tropis 51¶¯Âþ yang berasal dari sampel feses penderita Gastroenteritis pada anak Akut dengan unit analisis pada tingkat individu yang berdomisili di Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan data variasi iklim diperoleh dari website resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia dengan unit analisis pada tingkat populasi.
Dari data yang diperoleh jumlah rotavirus diare selama 48 bulan sebanyak 149 kasus dengan suhu udara rata-rata 28,2℃, curah hujan 191,4 mm², kelembaban 77,31%, dan kecepatan angin 2,82 knot. Ada korelasi yang lemah antara curah hujan dan kejadian diare rotavirus (p=0,01 r=0,367) dan korelasi yang lemah dengan kelembaban (p=0,016; r=0,347). Sedangkan suhu udara (p=0.909 r=0.017) dan kecepatan angin (p=0.272 r=-0.162) tidak memiliki hubungan dengan kejadian. Sehingga membuktikan bahwa curah hujan dan kelembaban yang tinggi merupakan faktor yang berhubungan dengan prevalensi diare rotavirus pada balita di Kabupaten Sidoarjo.
Penulis: Selena Vita Amanda dan Laura Navika Yamani
Jurnal: CORRELATION BETWEEN CLIMATE VARIATIONS AND ROTAVIRUS DIARRHEA IN UNDER-FIVE CHILDREN IN SIDOARJO DISTRICT YEAR 2016-2019





