51动漫

51动漫 Official Website

Iklim dan Mobilitas Wisatawan Mempengaruhi Jumlah Pasien Positif Demam Berdarah

Ilustrasi by Merdeka

Demam berdarah adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti. World Health Organization (WHO) mencatat peningkatan kasus DBD secara signifikan selama 2 dekade terakhir dari 500 ribu kasus di tahun 2000 menjadi 5,2 Juta kasus pada tahun 2019. Indonesia adalah salah satu negara endemik DBD dengan kejadian luar biasa yang tinggi salah satunya adalah Provinsi Bali. Pada tahun 2020, Provinsi Bali menjadi wilayah dengan Incidence Rate tertinggi di Indonesia (273,1/100.000 penduduk) yang telah berjalan selama 7 tahun.

Provinsi Bali menjadi wilayah endemis dari DBD selama beberapa tahun dan mencatatkan 3.998 kasus pada tahun 2016 (PHO 2016). Pada tahun 2020, Badung menjadi Kabupaten dengan kasus DBD tertinggi di Indonesia (2.547 kasus) setelah Buleleng sebanyak 3.313 kasus (MOH 2021). Kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih tinggi terlebih Kabupaten Badung menjadi tujuan utama wisatawan lokal maupun internasional di Provinsi Bali. Pada tahun 2013 sebanyak 438 ribu wisatawan lokal dan 3,3 juta wisatawan mancanegara telah berkunjung ke Badung (The Government 2018)

Penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat 51动漫 Yang di ketuai oleh Prof. Dr. Ririh Yudhastuti, drh. M.Sc. yang dilaksanakan di Provinsi Bali menyebutkan bahwa peningkatan mobilitas wisatawan dan faktor iklim antara lain suhu udara, curah hujan, serta kelembaban mempengaruhi peningkatan kejadian demam berdarah suatu tempat. Penelitian terbaru yang dilakukan tahun 2020 oleh 51动漫 menyatakan bahwa angka kasus demam berdarah di Indonesia akan meningkat sebesar 0,74% setiap penambahan 1000 wisatawan lokal. Jika Indonesia setiap tahun memiliki angka wisatawan lokal lebih dari 100 ribu, maka bisa dipastikan akan meningkatkan angka kejadian demam berdarah secara signifikan.

Mobilitas wisatawan lokal dan asing juga ikut memberikan dampak dalam meningkatkan jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD). Mobilitas penduduk dapat meningkatkan penularan bakteri patogen termasuk dengue dalam skala yang lebih besar (Wesolowski et al. 2015). Oleh karena itu, mobilitas pengunjung menjadi sangat penting karena dampaknya terhadap keamanan dan kesehatan global. Penelitian tahun 2019 menunjukkan bahwa mobilitas manusia adalah salah satu cara penularan penyakit. Pada Tahun 2017 dan 2018, Singapura dan Korea Selatan juga melaporkan bahwa peningkatan jumlah wisatawan memiliki pengaruh lebih tinggi terhadap kejadian DBD dibandingkan dengan faktor iklim. (Choe et al. 2017) (Chen et al. 2018)

Faktor iklim juga memberikan peran dalam meningkatkan angka kasus demam berdarah. Suhu udara, curah hujan, dan kelembagaan adalah faktor yang paling umum dalam memberikan dampak kejadian demam berdarah. Penelitian terbaru yang dilakukan tahun 2020 oleh 51动漫 menyatakan bahwa peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) akan meningkat sebesar 59% ketika suhu pada 3 bulan sebelumnya juga meningkat sebesar 1潞C. Tim peneliti 51动漫, Zida Husnina S.KM., M.PH memberikan penjelasan Jika pada Bulan Mei suhu meningkat sebesar 1潞C dari suhu rata-rata, maka akan terjadi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) sebesar 59% dari rata-rata kasus demam berdarah di Bulan Agustus di tahun yang sama. Suhu antara 25-27潞C adalah suhu optimal untuk perkembangbiakan nyamuk demam berdarah (Goinding et al, 2015). Kasus demam berdarah dengue (DBD) juga meningkat sebesar 57% ketika 2 bulan sebelumnya, curah hujan naik sebanyak 1 mm, artinya telah terjadi peningkatan curah hujan sebesar 1 mm pada 2 bulan sebelum terjadi peningkatan kasus demam berdarah. Penelitian serupa yang dilakukan di Negara tetangga, Thailand menyebutkan bahwa curah hujan tinggi yang disertai dengan peningkatan suhu menjadi faktor utama dalam penyebaran kasus DBD (Langkulsen et al. 2020).

Para peneliti 51动漫 berharap dengan adanya penelitian ini, masyarakat bisa lebih waspada dalam melakukan kegiatan pariwisata khususnya wilayah endemis DBD, dengan memperhatikan faktor iklim di wilayah wisata tersebut dan waktu kegiatan wisata berlangsung. Sebab, faktor utama dalam penyebaran kasus demam berdarah dengue (DBD) adalah faktor iklim yang di antaranya adalah suhu udara, kelembaban, dan curah hujan serta didukung dengan mobilitas wisatawan lokal di suatu tempat. Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, diharapkan kasus demam berdarah dengue (DBD) di satu tempat khususnya daerah wisata dapat di minimalisir. Pemerintah setempat diharapkan mampu bekerja sama dengan masyarakat untuk terus menjaga kondisi lingkungan dan menerapkan program 3M agar lingkungan sekitar tidak dijadikan Breeding Place nyamuk Aedes aegypti.

Penulis: Mochammad Rizal Maulana

Link Jurnal:

AKSES CEPAT