Pentingnya lingkungan kerja harus mempunyai ciri khas tersendiri. Dari jenis itu akan mempengaruhi dan menjadi faktor penting bagi karyawan itu sendiri karena akan dianggap mampu mendorong inovasi atau ide-ide baru bagi organisasi. Oleh karena itu, organisasi saat ini perlu berbenah untuk menciptakan karya lingkungan yang lebih khas, inovatif, dan memiliki iklim kepercayaan. Terbukti, dari penelitian yang dilakukan bahwa jika karyawan memiliki rasa percaya terhadap organisasi dan iklim organisasi, karyawan akan melibatkan diri dalam menghasilkan lebih banyak kontribusi yang bermanfaat bagi organisasi.
Dilihat dari hasil penelitian terhadap iklim atau lingkungan kerja perpustakaan umum di Indonesia dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif, diperoleh gambaran yang beragam tentang lingkungan kerja diperoleh seperti lingkungan kerja yang taat aturan, modern yang tidak mempertahankan prosedur tradisional, dan lingkungan kerja yang fleksibel dan inovatif. Dari hasil observasi terlihat bahwa penelitian yang mengadopsi 3 (tiga) aspek yaitu Formalisasi, Tradisi, dan Fleksibilitas Inovasi cenderung lebih banyak menggambarkan pada aspek Inovasi & Fleksibilitas. Namun tak sedikit juga yang menggambarkan formalisasi yang masih dianut dan dipatuhi dengan baik oleh orang-orang di dalam organisasi. Berbeda dengan aspek Tradisi di mana setiap organisasi telah mengembangkan dan meninggalkan cara lama dengan menggunakan teknik terkini.
Inovasi & Fleksibilitas
Aspek inovasi dan fleksibilitas mendapat nilai tertinggi dari aspek lainnya dimana inovasi dan fleksibilitas lebih disetujui dalam lingkungan organisasi di perpustakaan umum di Indonesia. Inovasi dan fleksibilitas dalam organisasi lebih disukai oleh pustakawan karena perpustakaan tidak hanya melakukan inovasi tetapi juga memiliki fleksibilitas dalam hal itu. Melihat respon terhadap Inovasi & Fleksibilitas dimensi yang memperoleh rata-rata tinggi, hal ini terlihat pada lingkungan kerja Masyarakat perpustakaan telah berkembang sedemikian rupa sehingga mengutamakan inovasi dan fleksibilitas dalam organisasi. Penelitian yang dilakukan oleh (Shahzad, Xiu, dan Shahbaz 2017) Apakah hanya satu? Dua berbeda? Tidak mungkin diverifikasi karena tidak ada dalam referensi juga menunjukkan hasil positif dari kinerja ini Inovasi organisasi tergantung pada bagaimana budaya organisasi tersebut. Apakah ada dampak positifnya pengaruh seperti terbuka terhadap ide/inovasi pustakawan, fleksibel dalam mengubah prosedur dan menyesuaikan keadaan, serta kecepatan tanggap dalam bekerja?
Formalisasi
Spesifikasi formalisasi masih diperlukan dan digunakan dalam lingkungan kerja di perpustakaan umum sebagai bahan pengaturan tata tertib dan prosedur kerja. Respon terhadap aspek formalisasi menempati urutan kedua setelah aspek inovasi dan fleksibilitas yang memperoleh nilai rata-rata tinggi. Kami melihat formalisasi masih terjadi di lingkungan kerja perpustakaan umum di Indonesia. (Garc铆a-S谩nchez, Garc铆a-Morales, dan Mart铆n-Rojas 2018)di mana variabel internal lainnya-seperti aset teknologi, pelatihan karyawan, koordinasi kemampuan manajemen baru, dan sumber daya manusia baru yang fleksibel serta desain organisasi yang lebih mudah beradaptasi攈arus didorong untuk menciptakan nilai dan keunggulan kompetitif.
Tujuan penelitian kami adalah untuk menganalisis apakah aset teknologi mempengaruhi kapasitas penyerapan (potensial dan realisasi kapasitas penyerapan berpendapat bahwa formalisasi dianggap sebagai aturan, kebijakan, dan prosedur yang mengikat dalam suatu organisasi. Ketika formalisasi ini terjadi secara kondusif, maka dapat menghasilkan hal-hal penting bagi organisasi. perusahaan, namun bila terjadi secara kaku maka akan mengurangi fleksibilitas sehingga dianggap sebagai hambatan yang tidak perlu (Gibson, Dunlop, dan Cordery 2019).
Formalisasi organisasi dalam hal ini berkaitan dengan pekerjaan yang terdefinisi dengan baik serta pembuatan peraturan, pengambilan keputusan , dan implementasi kebijakan (Victer 2020). Selain itu, fokus formalisasi bukan pada hubungan atasan dan bawahan melainkan pada pekerja dan pekerjaan. Formalisasi kemungkinan besar akan mempengaruhi kemampuan pegawai karena dianggap membatasi namun standar manajemen bersifat membatasi. meningkatkan formalisasi dalam arti menetapkan dan menegakkan prosedur dan tindakan yang tepat (Fischer dkk. 2019). Oleh karena itu, formalisasi masih terjadi wajar di lingkungan kerja perpustakaan umum di Indonesia.
Tradisi
Respon dari aspek tradisi dalam lingkungan kerja pada perpustakaan umum di Indonesia memperoleh rata-rata paling rendah. Boedov berpendapat bahwa tradisi dianggap sebagai struktur konservatif yang diturunkan dari generasi sebelumnya dan dipahami sebagai perilaku yang melekat dalam komunitas suatu organisasi (2017). Tradisi ini biasanya ditandai dengan intensitas komunikasi yang biasanya terdapat perilaku dan jenis komunikasi tertentu. Dalam konteks yang lebih modern, Boedov juga menyatakan bahwa tradisi ini merupakan proses kreatif yang menciptakan pandangan dunia, serta membentuk sikap dan program hidup. Sayangnya, penelitian mengenai lingkungan kerja pada perpustakaan umum di Indonesia cenderung kurang menggambarkan aspek tradisi dengan memperoleh angka rata-rata yang rendah.
Penulis: Dyah Puspitasari Srirahayu
Baca lebih lanjut:





