Kompetensi profesional menjadi sasaran penting dari proses bimbingan, saat mahasiswa menjalani praktek klinik keperawatan, yang dimanifestasikan dalam bentuk bagaimana cara mereka untuk membantu, membimbing, mendiagnosis, manajemen keperawatan, intervensi terapeutik, memberikan jaminan kualitas pelayanan dan bertindak dalam peran profesional. Meskipun mahasiswa keperawatan telah mendapat bimbingan dari perawat ruangan saat praktek keperawatan di lingkungan klinik, namun mereka masih membutuhkan pengalaman yang banyak tentang bagaimana cara mengimplementasikan ketrampilan yang mereka miliki ke dalam lingkungan klinik melalui kerjasama Tim yang solit dan komunikasi yang efektif.
Untuk alasan ini, mahasiswa keperawatan perlu diarahkan untuk meningkatkan hubungan yang relationship dalam memberikan asuhan keperawatan yang berorientasi pada keamanan, kenyamanan dan keselamatan pasien, sehingga masih perlu mendapatkan bimbingan dari tutorial yang ahli untuk meningkatkan kompetensinya. Kebutuhan mengintegrasikan pola bimbingan yang baru ke dalam 渕etoda perceptorship, adalah kebutuhan yang mendesak, agar mahasiswa dapat mencapai kompetensi yang diharapkan, dan orientasi pemilihan pembimbing perawat perceptor harus didasarkan pada orientasi kompetensi yang dibutuhkan, dan bukan didasarkan pada ketersediaan.
Implementasi metoda bimbingan TeamStepps ke dalam bimbingan metoda perceptorship dalam pembelajaran klinis kepada mahasiswa keperawatan, memberi pengalaman belajar yang berorientasi pada kerjasama Tim dan komunikasi yang efektif di lingkungan klinik, sehingga kompetesi mereka lebih meningkat dibanding sebelumnya. Tidak hanya skill individu saja yang meningkat, namun juga kompetensi lain, seperti ketrampilan tehnik, manajemen keperawatan, manajemen diri, ketrampilan klinis dan ketrampilan perawatan yang berorientasi pada pasien juga mengalami peningkatan.
Meskipun mereka sebagai mahasiswa keperawatan, namun pada lingkungan klinik, mereka harus memposisikan diri sebagai seorang perawat profesional, dan ini menjadi tantangan mereka saat menjalami praktek keperawatan di lingkungan klinik, dan dengan demikian mereka harus banyak belajar terkait integrasi pengalaman belajar ke dalam praktek klinik, atau kebiasaan yang dilakukan di lingkungan klinik. Dengan demikian, penggunaan metoda bimbingan perceptorship berbasis TeamStepps perlu diimplementasikan di area lingkungan klinik yang lebih luas dalam menjamin kompetensi mahasiswa yang berkualitas, agar mereka siap sedia dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan tuntutan kebutuhan pasien
Penulis: Ahsan, Ike Nesdia Rahmawati, Linda Wieke Noviyanti, Evi Harwiati Ningrum, Abd Nasir, dan Susilo Harianto: The Effect of the Application of the Team-STEPPS-Based Preceptorship Guidance Model on the Competence of Nursing Students
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
听DOI听





